Pasangan Lathifah Shohib (kiri) - Didik Budi Muljono (kanan) atau LADUB saat mendaftarkan diri ke KPU dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Malang dengan naik becak (Foto : Istimewa)
Pasangan Lathifah Shohib (kiri) - Didik Budi Muljono (kanan) atau LADUB saat mendaftarkan diri ke KPU dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Malang dengan naik becak (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Pasangan Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LADUB) bergerak cepat menyusul pasangan Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bahkan, pasangan LADUB ini datang sebelum pasangan Bupati Malang Sanusi yang bergandengan dengan Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto ini meninggalkan KPU, Jumat (4/9/2020) sore.

Dengan diiringi lantunan selawat lengkap dengan tabuhan rebana, pasangan LADUB ini terlihat tidak terlalu menghiraukan pasangan SanDi, yang saat itu naik ke bak mobil Jeep untuk meninggalkan kantor KPU Kabupaten Malang.

Baca Juga : Bapaslon SanDi Deklarasi, Ahmad Basarah: Kabupaten Malang Masuk Prioritas Utama

 

Sesaat setelah tiba ke kantor KPU dengan mengendarai becak tradisional, pasangan yang memiliki jargon Malang Bangkit ini sempat rehat sejenak di tempat khusus yang disediakan oleh KPU.

Sekitar setengah jam kemudian, Lathifah dan Didik terlihat memasuki kantor KPU Kabupaten Malang, guna menyerahkan berkas pendaftaran. Hingga akhirnya, sekitar 1,5 jam kemudian pasangan LADUB ini terlihat keluar dari ruang pendaftaran KPU Kabupaten Malang.

”Alhamdulillah proses pendaftaran sudah selesai, selanjutnya nanti kami akan mengikuti tahapan berikutnya. Terima kasih atas perhatiannya, dan saya kira cukup hanya itu yang bisa saya sampaikan,” ucap Lathifah sembari mengucapkan salam, ketika ditemui awak media sesaat setelah proses pendaftaran rampung, Jumat (4/9/2020) petang.

Sosok yang memiliki hubungan kekerabatan dengan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini, memilih untuk irit bicara. ”Nanti, lain kali kita bisa bertemu kembali untuk menyampaikan visi dan misi dari Malang Bangkit, terima kasih,” ucap Lathifah.

Jawaban singkat juga terlontar dari anggota komisi X DPR RI ini, saat ditanya apa langkah ke depan yang bakal diambil paska tahapan pendaftaran selesai. Bahkan ketika ditanya apakah ingin mengajukan cuti, Lathifah ogah menjawabnya secara gamblang. ”Nanti saja,” pungkasnya.

Ditemui disaat bersamaan, Juru Bicara pasangan LADUB, Anas Muttaqin menuturkan jika usai tahapan pendaftaran yang dilakukan pada hari ini (Jumat 4/9/2020), pihaknya mewakili kubu pasangan LADUB, mengaku bakal mengikuti mekanisme serta tahapan yang sudah ditentukan oleh KPU Kabupaten Malang.

”Ya nanti di konferensi pers resmi itu kita akan sampaikan, mungkin 1 atau 2 hari lagi,” ucap Anas saat ditanya program apa yang akan diusung untuk memenangkan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kabupaten Malang.

Baca Juga : Puan Maharani Bakal Dilaporkan pada Bareskrim, Buntut Polemik Ucapan Soal Sumbar Dukung Pancasila

 

Pada kesempatan yang sama, Anas juga mengaku bersyukur lantaran pada kontestasi pesta demokrasi kali ini, partai Hanura turut merapat untuk memenangkan pasangan LADUB. ”Nanti kita sampaikan secara resmi, tapi yang jelas target kita menang,” tegasnya saat ditanya apa strategi yang bakal dilakukan partai Hanura dan PKB untuk memenangkan pasangan LADUB.

Seperti yang sudah diberitakan, dengan merapatnya partai Hanura tersebut, membuat total kursi parlemen yang turut mendukung pasangan LADUB ada 13 kursi.

Jumlah itu tentunya kontras dengan kubu SanDi yang didukung oleh partai yang duduk di parlemen dengan total 37 kursi. ”Ya kita optimis, sesuai dengan program kerja yang nanti akan kita lakukan,” ucap Anas saat menanggapi banyaknya partai yang merapat ke kubu SanDi.

Berapa target persentase kemenangan yang diusung pasangan LADUB?, Anas lagi-lagi memilih untuk tidak menjelaskan secara gamblang, dan mengaku jika kubu LADUB hanya fokus untuk bisa menang. ”Kita mengalir saja, tapi yang jelas target kita menang,” ujarnya.