Bapaslon SanDi Deklarasi, Ahmad Basarah: Kabupaten Malang Masuk Prioritas Utama

Sep 04, 2020 11:32
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah saat ditemui awak media di Lembah Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Kamis (3/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah saat ditemui awak media di Lembah Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Kamis (3/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang, Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) telah melakukan deklarasi tim kampanye secara virtual yang terpusat di Lembah Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Kamis (3/9/2020). 

Bapaslon SanDi telah resmi disokong oleh enam partai politik (parpol) yakni PDI Perjuangan, Partai NasDem, Partai Golkar, Partai Gerindra, PPP dan Partai Demokrat. Rencananya, pasangan ini akan melakukan pendaftaran, Jumat (4/9/2020) setelah ibadah salat Jumat sekitar pukul 13.30 WIB ke Kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang. 

Baca Juga : SanDi Gemuk, Sanusi: Bukan Khawatir Lawan Penantang, Ini Kebersamaan

 

Dalam deklarasinya pun tampak beberapa tokoh daerah hingga nasional. Salah satu tokoh nasional yang datang langsung ke agenda deklarasi ini yakni Ahmad Basarah yang merupakan Ketua DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri. 

Ahmad Basarah mengungkapkan bahwa dalam gelaran Pilkada serentak khususnya yang terdapat di Provinsi Jawa Timur, pihaknya menargetkan bahwa harus memenangkan 13 hingga 14 dari total 19 Pilkada serentak di Provinsi Jawa Timur.

"Jadi dari 19 Pilkada di Jawa Timur PDI Perjuangan menargetkan untuk menang sekitar 13 sampai 14 kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada. Kabupaten Malang masuk pada prioritas utama," ungkapnya ketika ditemui awak media, Kamis (3/9/2020). 

Dengan dijadikannya Kabupaten Malang sebagai prioritas utama untuk kemenangan PDI Perjuangan, Basarah menilai komposisi dari Bapaslon SanDi sudah tepat dengan kondisi masyarakat yang ada di Kabupaten Malang. 

Disampaikan oleh Basarah, bahwa komposisi yang dimaksud adalah bergabungnya dua simbol yang memiliki basis akar rumput yang kuat. Yakni dengan Sanusi yang merupakan tokoh NU (Nahdlatul Ulama) dan Didik Gatot Subroto yang merupakan Ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PDI Perjuangan Kabupaten Malang. 

"Sehingga dua simbol ini akan memadukan dua kombinasi kekuatan bangsa Indonesia, khususnya di Kabupaten Malang yaitu kekuatan Islam dan kekuatan Nasionalis," beber pria yang juga sebagai Wakil Ketua MPR-RI.

Menariknya lagi, sejak diumumkannya nama Sanusi yang bergandengan dengan Didik Gatot Subroto di pengumuman daftar Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Daerah gelombang pertama DPP PDI Perjuangan pada Bulan Februari 2020, surat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan baru resmi diserahkan saat momentum Rakercabsus (Rapat Kerja Cabang Khusus) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang. 

"Di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang secara resmi saya mengantarkan rekomendasi yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan untuk di daftarkan pada tanggal 4 September 2020 di KPU Kabupaten Malang," ungkapnya. 

Sementara itu, HM. Sanusi ketika dikonfirmasi mengapa surat rekomendasi baru diterima pada saat momentum deklarasi tim kampanye koalisi Malang Makmur yang mengusung Bapaslon SanDi, Sanusi pun mengatakan bahwa itu sebagian dari proses. Meskipun sudah sejak Bulan Februari 2020 hingga satu hari sebelum jadwal pendaftaran calon. 

Baca Juga : Pertimbangkan Saran Kiai, Ladub Bakal Pilih Hari Jumat untuk Daftar ke KPU Bersama Hanura

 

"Itu proses. PPP kemarin (2/9/2020) baru diberikan dan terakhir Golkar yang diberikan (2/9/2020). PDIP tadi pagi diberikan," ujarnya. 

Kemudian, Didik Gatot Subroto yang berada di samping Sanusi menimpali bahwa bukan baru diberikan pada saat momentum Rakercabsus, melainkan itu merupakan teknis penyerahannya. 

"Penyerahannya PDIP, bukan pemberiannya, itu tadi pagi (3/9/2020)," tegasnya. 

Sebagai informasi, bahwa di perhelatan Pilkada Kabupaten Malang 2020 akan diikuti oleh dua Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Malang yakni Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) yang diusung oleh enam parpol (PDI Perjuangan, Partai NasDem, Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP, Partai Demokrat). 

Sedangkan untuk Bapaslon lain yakni Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) diusung oleh hanya dua kekuatan parpol yakni PKB dan Partai Hanura. 

Keduanya berencana akan mendaftar pada hari ini Jumat (4/9/2020) yang semuanya dijadwalkan akan menuju ke Kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang seusai ibadah Salat Jumat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru