Ilustrasi Masker (pixabay)
Ilustrasi Masker (pixabay)

MALANGTIMES - Saat ini, telah bermunculan masker-masker kain dengan desain-desain unik dan kreatif di Kota Malang. Masker-masker ini selain untuk menunjang penampilan, tentunya juga harus dipastikan mampu membatasi penyebaran covid-19, dengan cara memilih bahan yang efektif dan gunakan serta kelola masker itu dengan baik dan benar.

Sebelum melangkah lebih jauh mengenai bagaimana memperlakukan masker dengan benar, ada baiknya kita mengenal jenis-jenis masker dahulu. Menurut Dokter Christyaji Indradmojo SpEM, setidaknya terdapat 3 jenis masker, yakni masker medis, respirator, dan komersial. 

Baca Juga : Keren, Mahasiswa Malang ini Ciptakan Desain Grafis Masker Unik

Nah, masker-masker yang banyak beredar di masyarakat adalah jenis masker komersial. Untuk pencegahan aerosol, minimal masker yang disarankan adalah masker respirator, yang umumnya kita kenal dengan masker N95.

"Tetapi untuk kasus covid ini penyebarannya kan yang utama bukan aerosol tetapi droplet, sehingga kenapa masker komersial sudah cukup," timpal dokter yang bertugas di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang ini.

Ya, master komersial bisa dibilang cukup memadai. Walaupun demikian, tidak 100% memadai untuk mengurangi jumlah droplet yang dikeluarkan oleh seseorang. Jadi, dikatakan Christyaji, virus masih bisa menembus. Karena itulah masker komersial tidak dianjurkan untuk tenaga medis.

"Intinya kalau untuk tenaga medis itu pakainya masker medis atau respirator tapi untuk di masyarakat di luar rumah sakit di mana jumlah virus itu tidak sebanyak di rumah sakit masker komersial sudah cukup untuk membantu mengurangi risiko penularan," paparnya.

Untuk itu juga, sesungguhnya apabila tidak begitu perlu, disarankan tidak berkunjung ke rumah sakit.

Untuk memilih masker, pilihlah yang memiliki bahan yang menangkap partikel dan droplet tetapi tetap mudah digunakan untuk bernapas. Pilih bahan atau kain yang menyerap air (hidrofilik) untuk lapisan-lapisan dalam sehingga dapat langsung menyerap droplet, dan dikombinasikan bahan sintetis yang tidak mudah menyerap cairan (hidrofobik) untuk lapisan luar.

Hindari bahan yang elastis untuk membuat masker karena efisiensi filtrasinya saat digunakan lebih rendah dan karena sensitif terhadap pencucian dengan suhu tinggi. Kain yang dapat bertahan di suhu tinggi (60°C atau lebih) lebih disarankan.

"Kalau scuba itu bahan dasarnya adalah poliester, itu sebenarnya sudah cukup karena di situ ditulis efisiensi filtrasi awal itu 17%," timpal Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) tersebut.

Meski sebenarnya, direkomendasikan WHO, efisiensi filtrasi awal minimal 70%. Jadi apabila ingin meningkatkan efisiensi tersebut tinggal dirangkap 2 sehingga akan meningkatkannya minimal menjadi 34%.

Sementara untuk bahan katun 2 (sama seperti kaos dengan struktur rajutan) efisiensi filtrasinya lebih tinggi, yakni bisa sampai 21%.

"Ya lebih baik yang katun itu. Apalagi yang bahan kaos yang dirangkap dan yang rajutan, bukan tenunan," imbuhnya.

Untuk penggunaan masker, harus memperhatikan efisiensi dan juga kenyamanan. Artinya kalau tidak nyaman, malah tidak dianjurkan untuk menggunakan masker secara terus-menerus. Gunakan di tempat-tempat umum seperti di tempat kerja, perbelanjaan, sekolah, dan angkutan umum.

"Masker ini sebenarnya dipakainya adalah di tempat-tempat umum di mana physical distancing tidak mungkin untuk dilakukan," ucap Christyaji.

Sisi dalam masker merupakan sisi yang paling terkontaminasi. Untuk itu, tangan kita tidak boleh memegang sisi dalam. Apabila ingin memegang masker, usahakan memegang bagian talinya. Saat melepas masker, lepaskan masker tanpa menyentuh bagian depan masker dan jangan sentuh mata atau mulut setelah melepaskan masker. 

Peganglah talinya, lalu lipatlah ke arah dalam. Jadi, bagian dalam akan bertemu bagian dalam. Kemudian langsung masukkan ke dalam plastik khusus. Selanjutnya cuci dengan deterjen atau sabun biasa, itu sudah sangat cukup untuk membunuh virus. Masker nonmedis harus sering dicuci dan ditangani dengan hati-hati agar tidak mengontaminasi barang-barang lain.

Baca Juga : Pembuat Meme Sanusi Heran Mengapa Kritik Menghibur Justru Dilaporkan ke Polisi

"Cucilah masker setiap hari, walaupun sebenarnya tiap 3-4 jam," imbuhnya.

Satu masker hanya dapat digunakan oleh satu orang saja dan tidak boleh digunakan bergantian dengan orang lain. Semua masker harus diganti jika basah atau terlihat kotor. Masker yang basah tidak boleh digunakan untuk waktu yang lama.

Panduan tentang Pengelolaan Masker dari WHO

1. Bersihkan tangan sebelum mengenakan masker.

2. Tempatkan masker dengan hati-hati dan pastikan masker menutupi mulut dan hidung, sesuaikan dengan batang hidung, dan tali dengan erat untuk meminimalisasi jarak  bukaan antara wajah dan masker.

3. Hindari menyentuh masker saat mengenakan masker.

4. Lepas masker dengan teknik yang sesuai. Jangan menyentuh bagian depan masker melainkan lepas ikatan masker dari belakang.

5. Setelah melepas masker atau setelah masker bekas tidak sengaja tersentuh, bersihkan tangan dengan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol atau sabun dan air jika tangan terlihat kotor.

6. Ganti masker segera setelah masker menjadi lembap dengan masker baru yang bersih dan kering.

7. Jangan gunakan kembali masker sekali pakai.

8. Buang masker sekali pakai setelah digunakan dan segera buang masker setelah masker dilepas.