Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tengah dalam proses evaluasi dari Kementerian PAN RB, salah satunya di lingkup Pemerintahan Kota (Pemkot) Malang.

Dalam proses evaluasi yang dilangsungkan secara virtual itu, Rabu (2/9/2020), Pemkot Malang optimis bakal mendapat predikat SAKIP jadi A. Setelah dalam kurun waktu 4 tahun terakhir sejak 2016 lalu hingga 2019 Pemkot Malang meraih predikat BB.

Baca Juga : Sempat Mandek, Proyek Kayu Tangan Heritage Akan Kembali Dilanjut

 

"Kemarin kita dapat BB, mudah-mudahan dan kita optimis nanti bisa dapat predikat A," ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Ia menyebut ada beberapa penilaian yang dievaluasi oleh tim evaluator dari Kementerian PAN RB. Yakni, terkait sistem kinerja dan reformasi birokrasi di lingkup Pemkot Malang.

"Hasil evaluasi yang kemarin sudah kita tindaklanjuti di tahun 2020 ini. Penilaian dari Kementerian PAN RB itu dilihat kinerjanya kita dan reformasi birokrasi," imbuhnya.

Tak dapat dipungkiri, dengan adanya penghargaan SAKIP nantinya diharapkan mampu mewujudkan komitmen Pemkot Malang untuk senantiasa mengedepankan kinerja yang berbasis pada mutu pelayanan publik dan outcome.

Baca Juga : Sampai Akhir Tahun, Pemkot Malang Target Pertumbuhan UMKM Capai 20 Persen

 

Adapun, beberapa poin yang disoroti dalam penilaian SAKIP yaitu mengenai proses perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kemudian, sistem e-planning dalam progress pelaksanaan setiap program di lingkup Pemkot Malang.

"Berkaitan dengan masalah komitmen, perampingan organisasi. OPD dari 34 sekarang menjadi 28. Terus e-planning tersistem antara informasi, terus budgetting, itu planningnya gimana. Lalu berkaitan dengan reformasi birokrasinya. Seperti masalah etika, melayani masyarakatnya gimana, apakah bisa jalan dengan baik atau tidak," tandasnya.