Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: Humas Pemkot Malang).
Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: Humas Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mewujudkan kawasan Kayu Tangan sebagai wisata heritage terus dimatangkan.

Meski pengerjaan salah satu mega proyek Koa Malang 2020 ini sempat mandek, namun progres lanjutannya bakal dimulai kembali pada Oktober 2020 mendatang.

Baca Juga : Ulah Tangan Usil, Pembatas Kursi di Pedestrian Jalan di Kota Malang Hilang

Wali Kota Malang Sutiaji, mengakui jika proses pembangunan koridor Kayu Tangan yang berada di kawasan Jl Basuki Rahmat itu sempat terhenti sesaat. Namun, pelaksanannya tetap akan dilanjutkan.

Ia menyebut, proyek Kayu Tangan Heritage tidak ikut terdampak re-focusing anggaran akibat pandemi Covid-19. Hanya saja, alokasi anggarannya berasal dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Kota Malang tahun 2019 senilai Rp 1,6 miliar.

Padahal sebelumnya, anggaran untuk mempercantik kawasan pembangunan tersebut juga diambilkan dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 16 miliar,

"Tahun ini dari APBD saja. DAK ternyata tidak re-focusing oleh pusat dan sudah dilelangkan. Insya Allah pelaksanannya di bulan Oktober," ujarnya.

Lebih jauh, perihal revitalisasi yang lain seperti pemugaran median-median jalan di sepanjang koridor Kayu Tangan masih dalam proses penganggara dari pemerintah pusat di APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). 

Hanya saja tidak dianggarkan di tahun 2020, untuk menghindari tumpang tindih anggaran yang sebelumnya. "Kemarin yang masih debat itu median taman pembongkarannya dilakukan oleh APBN melalui DAK. Tapi penutupannya kemarin yang tidak dicover pusat. Dan itu tidak kita anggarkan sekarang karena tumpang tindih," imbuhnya.

Baca Juga : Desember Harus Selesai, Progres Pembangunan Islamic Center Capai 36 Persen

Penutupan yang dimaksud adalah proses akhir untuk memoles atau mempercantik median jalan. Hal inilah yang tidak bisa didanai oleh pusat. Sehingga, hanya pembongkaran mediannya saja yang bisa menggunakan dana tersebut.

Karenanya, untuk anggaran pengerjaan revitalisasi koridor Kayu Tangan akan kembali dianggarkan di APBD tahun 2021. Sehingga, harapannya target terselesaikannya pada bulan Februari 2021 mendatang bisa sekaligus untuk pemolesan tahap akhir.

"Di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan tahun 2020) tidak kita anggarkan. Waktunya mepet. Harapannya kan rencana bulan Oktober dilaksanakan, Februari selesai. Jadi nanti saya minta menganggarkan penutupannya di APBD tahun 2021. Jadi begitu selesai langsung bisa ditangani untuk penutupan median taman. Median tengah itu," tandasnya.