Ilustrasi anak belajar menggunakan gadget. (Foto: Doc. JatimTIMES)
Ilustrasi anak belajar menggunakan gadget. (Foto: Doc. JatimTIMES)

MALANGTIMES - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah memutuskan bahwa Kemendikbud akan memberikan bantuan kuota internet kepada siswa, guru, mahasiswa, dan dosen. 

Untuk siswa akan diberikan kuota sebesar 35 GB/bulan. Pemberian kuota ini tidak hanya dikhususkan untuk siswa di sekolah negeri, namun juga sekolah swasta. Lantas bagaimana cara mendapatkannya?

Baca Juga : Unikama Gelar Webinar Nasional, Undang Menkominfo hingga Kemendikbud

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD-Dikdasmen) Kemendikbud, Jumeri menjelaskan, nomor Hp siswa akan didaftarkan oleh sekolah ke Dapodik (Data Pokok Pendidikan).

"Setiap wali kelas kan punya grup WhatsApp peserta didiknya. Lewat itu didata, dimasukkan ke Dapodik lewat aplikasi Dapodik," ucapnya.

Nomor ponsel tersebut juga harus dicantumkan sesuai Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Selanjutnya, kepala sekolah harus menandatangani pakta integritas bahwa data yang dimasukkan itu benar adanya.

Kemudian, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud akan memilah-milah nomor siswa tersebut sesuai dengan operatornya untuk disetorkan dan diisi pulsa.

"Itu kita batasi awal September. Ini harus selesai," timpalnya.

Lantas bagaimana dengan siswa yang tidak memiliki nomor handphone lantaran tidak memiliki gawai? 

Jumeri meminta masyarakat tidak khawatir sebab bagi yang belum tercantum pada tahap pertama ini masih bisa punya peluang untuk memasuki tahap berikutnya.

"Bisa diisi pada tahap yang berikutnya. Tidak usah khawatir, tidak akan ada yang ditinggal. Mungkin sekarang tidak punya gawai karena berpikir pulsanya, tetapi begitu ada subsidi pulsa mungkin orang tua berpikir, 'Saya berikan HP karena pulsanya sudah diberi negara.' Mungkin nanti akan ada tambahan nomor baru itu boleh dimasukkan untuk diberi pulsa," bebernya.

Tak hanya itu saja, apabila ada pergantian nomor juga boleh dilakukan. Kemendikbud sendiri sudah menggandeng beberapa provider untuk pemberian kuota gratis ini, mulai dari Telkomsel, Indosat, XL, dan lain-lain. 

Jumeri menegaskan pihaknya akan terus mengawasi kelancaran internet provider-provider tersebut.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Covid-19, Mahasiswa Unikama Beri Bimbel pada Anak Pesisir Pantai

"Kalau sampai lemot atau lambat dalam akses internet kita akan komplain kepada provider itu, pada operator itu, bahwa ternyata akses internet yang disediakan tidak sesuai dengan yang dijanjikan," tegasnya.

Dengan adanya bantuan ini, Jumeri berharap tidak terjadi kesenjangan hasil belajar antara si kaya dan si miskin.

"Saya rasa 35 Giga sebulan cukup untuk seorang kalau tidak dipakai untuk hal yang neko-neko. Kalau neko-neko tanggung jawab orang tua," pungkasnya.