Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Pembangunan Islamic Center terus dikebut di tengah pandemi covid-19. Saat ini, progres pembangunan gedung serbaguna untuk pusat kegiatan keagamaan itu sudah menyentuh angka 36 persen. Desember mendatang, pembangunan ditargetkan sudah rampung dan dapat dimanfaatkan.

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Fathol Arifin menyampaikan, sesuai hasil inspeksi mendadak yang dilakukan, proses pembangunan yang sudah mencapai progress 36 persen itu agar lebih dikebut lagi. Sehingga pembangunan selesai sebagaimana target yang ditetapkan. Mengingat saat ini sudah bulan Agustus.

Baca Juga : Kuartal II, PAD Kabupaten Malang Raup 50 Persen dari Target

"Kami dorong agar bisa lebih cepat, harus tepat waktu," katanya.

Fathol juga meminta agar Dinas PUPRPKP Kota Malang selalu mengawasi proyek pembangunan. Dewan juga akan melakukan hal yang sama. Sehingga pembangunan bisa sesuai dengan spesifikasi dan tak kurang sedikitpun.

"Dan agar tidak ada permasalahan di kemudian hari," jelas politisi PKB itu.

Fathol menyampaikan, pada tahap pertama ini, gedung yang dibangun adalah ruang pertemuan atau gedung serbaguna. Hal itu sebagaimana perencanaan yang dibuat. Gedung serbaguna itu pun harus sudah bisa dimanfaatkan setelah pembangunan rampung.

Pada tahap berikutnya yaitu di tahun 2021, akan dilanjutkan pembangunan masjid dan asrama haji. Pembangunan tersebut diharapkan bisa dilangsungkan sebagaimana perencanaan yang dibuat. Sehingga Islamic Center di Kota Malang akan segera berbentuk utuh seperti yang diharapkan. Kemudian dapat dimanfaatkan masyarakat.

"Maka dari itu, kami minta agar proses pengerjaan tahap awal bisa selesai tepat waktu di bulan Desember nanti. Tapi juga tidak mengurangi mutu dan kualitas bangunan," tambahnya lagi.

Lebih jauh Fathol mengingatkan agar proses pembangunan juga tetap memperhatikan kondisi wilayah. Salah satunya adalah mengenai keberadaan saluran air atau gorong-gorong agar sesuai spesifikasi dan kondisi. Karena kawasan tersebut merupakan daerah yang rawan tergenang air saat musim hujan datang.

Baca Juga : Covid-19 Terus Meningkat, Bupati Malang Berencana Gelontorkan APBD untuk Beli Motor Trail

"Kalau bisa pondasi memang ditinggikan lagi. Karena saat hujan airnya itu sampai menggenang di proyek," imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang diunggah LPSE Kota Malang, nilai pagu paket pengadaan belanja konstruksi pembangunan Islamic Center tahap satu itu adalah sebesar Rp 54 Miliar atau tepatnya Rp 54.051.857.000 dengan nilai HPS paket sebesar Rp 53.727.736.627,28.

Sedangkan nama pemenang tender adalah PT Mega Bintang Abadi dengan harga penawaran Rp 50.164.651.508,23. Kemudian Harga terkoreksi Rp 50.164.651.508,23 dan hasil negoisasi sebesar Rp 50.164.651.000,00.

Sebagai informasi, gedung serbaguna tersebut didesain dengan luas 1.800 meter persegi. Gedung tersebut direncanakan memiliki beberapa macam fasilitas. Selain untuk tempat pertemuan juga dapat dimanfaatkan untuk aktivitas lainnya.

Megaproyek Islamic Center itu sendiri sejak awal direncanakan bukan hanya sebagai pusat kegiatan keagamaan saja. Melainkan juga diharapkan menjadi pusat edukasi. Karena selain masjid dan asrama, Islamic Center juga ditargetkan memiliki museum peradaban di semua agama.