Di Tengah Pandemi Covid-19, Semenjana Luncurkan Single Bertajuk Lyfe

Aug 28, 2020 20:51
Potret Semenjana kuartet Pop Nusantara asal Jakarta. (Foto: instagram semenjanasaja)
Potret Semenjana kuartet Pop Nusantara asal Jakarta. (Foto: instagram semenjanasaja)

MALANGTIMES - Semenjana kuartet pop nusantara yang berasal dari Jakarta berhasil menghidupkan kembali memori para pendengar musik nusantara setelah lama bosan menghadapi kondisi pandemi Covid-19, dengan meluncurkan single keenamnya bertajuk "Lyfe".

Tampilkan sosok Pak Wawan yang berprofesi sebagai tukang sapu di jalanan DKI Jakarta yang terus terlihat semangat dan selalu ceria dalam menjalani tugas sehari-harinya itu. 

Baca Juga : Kemasan Berbeda, Festival Mbois Kelima Tampilkan Pameran Art Book Pertama di Indonesia

Satrio Pinandito atau yang akrab disapa Didit mengatakan bahwa karya single keenam Semenjana bertajuk "Lyfe" ini merupakan lagu yang akan menambah daftar perpustakaan musik para pendengar setia Semenjana. 

"Kali ini Lyfe merupakan ide terbaru Semenjana untuk menambah perpustakaan musik teman-teman. Kenapa kami namakan lyfe? Kata ini satir buat kami, yang harus selalu ingat dengan lingkaran sekitar," ungkapnya dalam pers rilis yang diterima oleh MalangTimes, Jumat (28/8/2020). 

Karya single keenam ini dirilis oleh Semenjana melalui beberapa portal musik yang dapat diakses oleh para pendengar setia. Sebelumnya pada tanggal 19 Agustus 2020, Semenjana membuka penawaran siapapun yang ingin mendengarkan lagu "Lyfe" lebih dulu dapat kirimkan email ke direct message instagram official mereka. 

Hal itu dilakukan untuk mengobati kerinduan para pendengar Semenjana yang tidak sabar dengan karya single keenam yang menceritakan kehidupan sehari-hari. 

Didit menjelaskan bahwa dalam lagu "Lyfe" sendiri, Semenjana ingin menceritakan dalam lagu tersebut semangat untuk menghadapi berbagai macam kegagalan. Karena jika dilalui akan menuju kearah keberhasilan yang diinginkan. "Apapun strata sosialnya, rasa putus asa, jatuh bangun dan masalah pasti akan menghampiri. Tapi, jangan pernah lupa, kita masih punya keluarga dan teman-teman yang selalu ada untuk kita. Hadapilah!," jelasnya. 

Dirinya pun membeberkan rumus agar selalu kuat dan semangat dalam menghadapi permasalahan hidup yakni rumusnya, masalah + 1 = sukses. "Tinggal diulangi saja terus sampai hasilnya tiba," ujarnya. 

Pada lagu "Lyfe" ini, Semenjana semakin terus belajar bagaimana cara untuk home recording yang tidak banyak memakan waktu. Didit menuturkan bahwa proses recording pun hanya memanfaatkan perangkat yang dimiliki saja. 

Baca Juga : Ada Untuk Arema, Can A Rock Siapkan Album Terbaru

"Di lagu ini, kami makin belajar bagaimana caranya home recording yang tidak banyak memakan waktu dan biaya. Memanfaatkan yang kami punya saja dan tetap dibantu oleh teman-teman untuk mixing dan mastering," ungkapnya. 

Didit mewakili Semenjana berharao agar lagu ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pendengar setia atau yang masih baru saja mendengarkan karya Semenjana agar ketagihan dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi suatu masalah. 

"Harapan kami, lagu ini semoga bisa menjadi inspirasi. Masa ini pasti akan kita lewati dengan penuh senyuman. Jangan kamu mudah menyerah, gagal ya minum anggur merah!" pungkasnya. 

Sebagai informasi, Semenjana beranggotakan Didit (vokal, gitar), Pandu (vokal, bass), Abe (gitar, vokal), dan Ozie (vokal, perkusi) telah menelurkan satu full album bertajuk Kalimatera di tahun 2017 dengan amunisi 11 lagu serta bonus track 1 lagu medley.

Dan juga Semenjana telah mengeluarkan beberapa single diantaranya "Semenjani", "Dua Anak", "Jakarta", Bandara Terbesar Di Tokyo", "LAH" dan yang teranyar "Lyfe".

Topik
Semenjana kuartet pop nusantaraBandara Terbesar Di Tokyo

Berita Lainnya

Berita

Terbaru