Kemasan Berbeda, Festival Mbois Kelima Tampilkan Pameran Art Book Pertama di Indonesia

Aug 28, 2020 12:08
Dari kiri: Ketua MCF Vicky Arief, Direktur Bank Indonesia Kpw Malang Azka Subhan, Pembina DKM Joko Saryono dan Ketua DKM Bobby (Hendra Saputra)
Dari kiri: Ketua MCF Vicky Arief, Direktur Bank Indonesia Kpw Malang Azka Subhan, Pembina DKM Joko Saryono dan Ketua DKM Bobby (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Malang Creative Fusion (MCF) berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Malang (DKM) untuk menggelar Festival Mbois tahun kelima. Di tengah pandemi Covid-19, para pelaku seni budaya dan ekonomi kreatif di Kota Malang bakal menampilkan karya-karyanya.

Festival Mbois yang digelar secara virtual juga menampilkan karya seni di DKM. Hal tersebut memang sebuah kolaborasi baru yang diciptakan untuk bersama-sama kembali membangun nilai-nilai seni di Kota Malang.

Baca Juga : Sharkbite Tunjukkan Nyali di Tengah Pandemi, Rilis Album Bertajuk Relocate The Fate

Ketua MCF, Vicky Arief mengatakan bahwa dengan situasi pandemi salah satu pihak yang sangat terdampak adalah pelaku seni, pelaku event, pelaku kreatif dan lainnya. Dengan digelarnya Festival Mbois Kelima ini dianggap sebagai perayaan bertemunya para pelaku kreatif khususnya di Malang Raya.

"Di situasi hari ini tentunya kita tidak bisa menunggu kapan (pandemi) ini selesai, tapi rasa optimisme itu yang harus di munculkan. Untuk itu akhirnya kita putuskan tahun ini Festival Mbois dilaksanakan secara virtual dengan konsep sepertinya hybrid, jadi ada semacam spot ini yang offline dan juga ada yang daring atau live streaming," ujar Vicky.

Pada prinsipnya, lanjut Vicky rangkaian Festival Mbois sangat banyak. Seperti ada Mbois Tour, yakni karya seni akan berkeliling secara virtual di beberapa daerah mulai dari Singkawang, Malang, Bali, Sumba dan Papua.

"Tema kolaborasi Raya Indonesia itu kita munculkan dalam sebuah konektivitas, bisa mengantikan kita seperti berwisata di langsung, tentunya tidak. Tapi stimulus untuk merangsang orang melakukan sebuah optimisme itu akan muncul. Dari sisi ini Alhamdulillah terwujud, bahkan ada sebuah sejarah baru bahwa kami Creative Fusion dalam pelaku industri maupun ekonomi kreatif mampu melakukan sebuah kolaborasi dengan Dewan Kesenian Malang, yang notabenenya bahwa banyak seniman maupun budayawan," ungkapnya.

Menurut Vicky, kolaborasi yang dilakukan dengan DKM ini sangat bagus dan membantu pelaku seni untuk menampung karya seni nya meski diterpa badai pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai. 

"Tentunya ini merupakan sebuah kolaborasi yang sangat baik bagi kami, bisa lebih power full dan tahun ini kita sangat terbantu dengan kehadiran Bank Indonesia Malang," lanjutnya.

Baca Juga : Selain Tilik, Film Ora Srawung Mati Suwung juga Dapat Nominasi Festival Internasional

Sementara itu, Ketua DKM Bobby mengaku bahwa dalam kondisi pandemi ini pihaknya tidak bisa berdiri sendiri, sehingga harus bergerak dan bekerja bersama-sama. "Kalau sebelumya kami hanya ada satu lembaga, kini kami coba mengkolaborasikan beberapa lembaga untuk kedepannya itu bagaimana sehingga jika ketemu peradaban baru bisa belajar bersama untuk menyesuaikan diri," ujar Bobby.

Menurut Bobby, kegiatan yang menarik di DKM dalam rangka gelaran Festival Mbois Kelima adalah pameran art book yang menurutnya pertama kali dilakukan di Indonesia. "Yang berbeda kali ini itu, belum pernah ada pameran art book di Indonesia dan 85 persen yang mengerjakan adalah anak muda," ucapnya.

"Jika dilihat khasanah kesenian anak muda itu sangat berbeda dengan khasanah kesenian orang tua, kalau orang tua itu kalau karya seni yang dipajang di galeri ya itu bentuknya, tapi kalau anak muda kan tidak bisa seperti itu. Jadi bisa seperti lifestyle mereka, apa yang bisa mereka gunakan, apa yang bisa mereka kerjakan, itu yang menurut mereka karya seni. Nah itulah yang perlu kami siapkan untuk menjadi penerus di DKM ini," imbuhnya.

Topik
Festival Mboisberita kota malangseni budaya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru