Ilustrasi pencurian part mobil (allstate)
Ilustrasi pencurian part mobil (allstate)

MALANGTIMES - Pemilik bengkel dan toko sparepart mobil dikawasan Soekarno Hatta, Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, FH, dilaporkan kepada pihak berwajib oleh pemilik mobil, Eko Firdiansyah (39) warga Lowokwaru, yang menjaminkan mobilnya.

Pelaporan FH lantaran ia telah mempreteli sparepart mobil double cabin berjenis Hilux, seperti Moulding Roof velg mobil. Sparepart mobil lainnya dipindahkan ke mobil miliknya tanpa sepengetahuan pemilik mobil. Kejadian tersebut terjadi pada 2017 lalu.

Baca Juga : Musnahkan Barang Kena Cukai Ilegal, Negara Terselamatkan dari Kerugian Rp 1,5 Miliar Lebih

Nur Hadi, kuasa hukum dari pemilik mobil menjelaskan, jika awalnya terjadi jual beli mobil antara FH dengan penjual mobil bernama Deddy yang dikenalkan oleh kliennya. Saat itu akhirnya telah terjadi kesepakatan dan dibayar sebagian sebesar Rp 70 juta dari harga mobil sekitar Rp 145 juta.

Namun, di tengah jalan, tiba-tiba saja terjadi pembatalan. Di mana FH kemudian meminta uang yang dibayarkan dikembalikan. Karena uang yang telah masuk kepada Dodik telah terpakai dan juga mengurus administrasi mobil yang dibeli dari lelang, ia kemudian belum bisa membayar.

Kemudian, Dodik beritikad baik dengan membayar sebagian uang yang telah masuk sebesar Rp 10 juta. Di situ, juga disepakati, jika belum bisa membayar, Dodik diminta untuk setiap bulannya membayar  bunga sesuai kesepakatan.

"Jadi karena klien saya ini yang mengenalkan penjual kepada si pembeli, akhirnya dia merasa ikut bertanggung jawab, karena merasa nggak enak. Akhirnya klien saya memberikan jaminan mobilnya Hilux Double Cabin itu kepada si pembeli agar duit Rp 70 juta yang nyantol itu segera dikembalikan. Sebetulnya kaitan tanggung jawab itu bukan pada klien saya,  karena dia hanya mengenalkan saja,” jelas Nur Hadi.

Setelah terdapat kesepakatan tersebut, kliennya langsung mengambil mobil miliknya di bengkel FH. Saat pengambilan, Eko belum memperhatikan secara detail terkait kondisi mobilnya. Baru ketika sampai di rumah ia kemudian mulai sadar jika terdapat part mobil yang telah hilang.

"Saat coba dikonfirmasi, FH mengaku jika moulding roof mobilnya jatuh terkena angin. Begitu juga ketika diminta untuk mengembalikan velg, FH hanya memberikan janji saja tanpa ada itikad baik segera mengembalikan meskipun telah ditunggu dengan waktu yang cukup lama," bebernya.

Karena geram dengan FH yang tak beritikad baik, kliennya kemudian berupaya untuk melakukan somasi kepada FH. Namun beberapakali melakukan somasi, FH juga tak kunjung merespon. Akhirnya pada 2019, Eko melaporkan kasus tersebut ke Polresta Malang Kota.

Baca Juga : Maling Berambut Mohawk Bobol Toko Fotocopy di Lowokwaru

Usai laporan tersebut, kemudian terdapat perkembangan, jika FH dari lidik menjadi sidik, dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Meskipun telah dijadi tersangka, FH kemudian melakukan praperadilan, namun dipatahkan pihak kepolisian.

"Namun yang bersangkutan sudah ditahan atau belum, saya belum tahu pasti. Kami berharap segera ditahan," bebernya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, konfirmasi masih belum bisa menjelaskan detail kasus tersebut. Pihaknya mengaku saat ini masih melakukan pendalaman. "Masih kami dalami lagu kasusnya," pungkasnya.