Bupati Malang Sanusi saat acara launching kampung tangguh di Desa Kedungduren, Kecamatan Pakisaji. (istimewa)
Bupati Malang Sanusi saat acara launching kampung tangguh di Desa Kedungduren, Kecamatan Pakisaji. (istimewa)

MALANGTIMES - Wacana Pemerintah Kabupaten Malang terkait pengadaan wifi yang dapat diakses setiap desa di Kabupaten Malang kini sudah mulai dikampanyekan Sanusi. Bupati yang kini sedang mencalonkan diri lagi itu sempat mengatakan soal akses wifi itu saat acara launching kampung tangguh di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Sanusi mengatakan terkait realisasi pemasangan wifi tersebut kini sudah mulai diproses. Namun masih menunggu persetujuan dari gubernur.

Baca Juga : Satu ASN di Pemkab Malang Positif Covid-19, Sebagian Kantor Pemerintahan Ditutup?

"Ini sudah mulai proses karena kemarin anggarannya baru didok. Tinggal nanti menunggu persetujuan dari gubernur," kata dia.

Menurut Sanusi, persoalan teknis blankspot pemasangan wifi yang dapat diakses masyarakat Kabupaten Malang ini akan diatur oleh Dinas Kominfo.

Sebagaimana diketahui,  Pemkab Malang telah berhasil melakukan refocusing anggaran untuk covid-19 hingga mencapai senilai Rp 371 miliar. Namun, sampai saat ini dana yang telah digunakan untuk penanganan percepatan covid-19 sebesar Rp 115 miliar. 

Baca Juga : Masuk Zona Merah Covid-19, Desa Mojorejo Raih Apresiasi Desa Sadar Kerukunan

Dana covid-19 itu juga akan Sanusi peruntukkan bagi pemasangan wifi, yakni senilai Rp 15 miliar. "Ini dana covid yang dialihkan ke wifi. Karena wifi itu dampak dari covid ,maka anggaran dana belanja tak terduga (BTT) yang terdampak covid itu juga diambilkan untuk itu," ucapnya.