Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu Nawawi bersama Kepala Desa Mojorejo Rujito, dan Kepala Kesbangpol Suliyanah di Grahadi Surabaya. (Foto: istimewa)
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu Nawawi bersama Kepala Desa Mojorejo Rujito, dan Kepala Kesbangpol Suliyanah di Grahadi Surabaya. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Meski Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, masuk dalam salah satu zona merah di Kota Batu. Kabar baiknya desa tersebut mendapat sebuah prestasi. Prestasi yang baru saja diraih yakni Apresiasi Desa Sadar Lingkungan.

Penghargaan itu langsung diberikan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kamis (7/8/2020) dan diterima oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu Nawawi bersama Kepala Desa Mojorejo Rujito, dan Kepala Kesbangpol Suliyanah di Grahadi, Surabaya.

Baca Juga : Aturan Baru BLT Dana Desa Diperpanjang Sampai Desember, Ini 5 Keputusan dari Menteri Desa

Kepala Kemenag Kota Batu Nawawi mengatakan, apresiasi itu diberikan lantaran masyarakat di sana hidup rukun, hidup berdampingan meski berbeda agama. Terdapat tempat ibadah masjid dan gereja yang berdampingan. 

“Desa Mojorejo bisa mendapat apresiasi karena terdiri dari berbagai pemeluk agama bisa hidup rukun, saling mengapresiasi dan bekerjasama. Sehingga Desa Mojorejo dinobatkan sebagai desa sadar kerukunan,” ucapnya.

“Di sana terdapat berbagai tempat ibadah berlainan agama, tapi masyarakat dapat melaksanakan ibadah di tempat ibadah itu dengan tenang, aman dan damai,” jelas Nawawi.

Sementara itu Kepala Desa Mojorejo Rujito menambahkan, diraihnya prestasi itu karena komitmen masyarakatnya yang saling mendukung pengembangan desa sadar kerukunan umat beragama. “Semua elemen baik yang internal maupun eksternal berkomitmen untuk mendukung pengembangan desa sadar kerukunan umat beragama,” ujarnya.

Baca Juga : Kabar Gembira! Jokowi Bakal Beri Bansos Bagi Pegawai yang Gajinya di Bawah Rp 5 Juta!

Meski demikian masih banyak hal untuk mempresentasikan kerukunan di sana. “PR kami cukup banyak terutama untuk merepresentasikan nilai-nilai kerukunan dalam berbagai bentuk dan dalam wujud kegiatan sehingga layak untuk digaungkan,” harap Rujito.