Lokasi dimana terduga teroris diamankan, tepat di depan warung (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Lokasi dimana terduga teroris diamankan, tepat di depan warung (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penangkapan seorang terduga teroris oleh Densus 88, Jumat (6/8/2020) lalu, di kawasan Jalan Danau Limboto Utara A4 RT 6 RW 11, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Tepatnya di depan sebuah warung makan di kawasan itu sekitar pukul 07.28 WIB, masih ramai diperbincangkan.

Lelaki terduga teroris yang ditangkap Densus 88, dari informasi yang dihimpun bernama Arif Effendi (41) warga Jalan Lakarsantri IA , Surabaya.

Baca Juga : TKW Cantik Asal Tulungagung Viralkan Akun FB yang Kirim Foto "Pamer Burung"

Indra, pemilik warung di sekitar lokasi penangkapan yang juga merupakan tempat terduga teroris sebelumnya makan, membenarkan adanya penangkapan pelanggan warungnya.

Saat itu, ia sendiri tak menyangka, saat keluar dari warungnya, pria yang ia ketahui mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter langsung diamankan oleh beberapa orang berpakaian preman yang ternyata sudah berada di sekitar lokasi.

"Saya sendiri nggak nyangka juga. Waktu itu juga pas goreng-goreng sampai kesiram minyak. Kaget juga, pas keluar dari warung langsung itu (ditangkap)," jelasnya saat ditemui, Minggu (9/8/2020).

Lebih lanjut dijelaskannya, awalnya ia mengira jika penangkapan tersebut merupakan penangkapan biasa, seperti halnya kasus-kasus narkoba. Setelah itu, ia baru mendapatkan informasi dari petugas jika penangkapan tersebut dilakukan oleh Densus 88 yang melakukan kegiatan pengamanan terkait terduga pelaku terorisme.

"Ya mikirnya wajar saja, seperti pelanggan biasa. Mulai datang terus makan sampai selesai terus pergi. Saat itu dia pakai motor Jupiter. Bawa kardus ditaruh di tengah sepeda motor, pas diamankan juga nggak melawan," jelasnya.

Sementara itu, warga sekitar lain yang menolak menyebutkan namanya, juga membenarkan adanya pengamanan seorang laki-laki yang merupakan terduga teroris oleh Densus 88. Pria yang diamankan juga dibenarkan bukanlah warga sekitar lokasi, melainkan warga luar daerah.

Baca Juga : Pohon Besar Setinggi 20 Meter Tumbang, 3 Orang Luka-Luka

"Bukan warga sini kok aYa cuma kebetulan pas mampir makan di warung itu. Nggak tahu di sini kontrak atau apa," jelasnya.

Pantauan di lapangan, lokasi warung sendiri saat ini masih wajar seperti biasanya. Di lokasi juga tidak terpasang garis polisi ataupun tanda dari pihak berwajib lainnya. Tidak dipasangnya police line,  diduga lokasi tersebut hanya sebagai lokasi terduga teroris untuk makan saja.

Dari beberapa sumber berita, Arif di lingkungannya dikenal sebagai orang yang tertutup dan jarang bersosialisasi dengan masyarakat.