Para personel Sharkbite salah satu unit band Hardcore fenomenal di Malang. (Foto: Dok. Sharkbite).
Para personel Sharkbite salah satu unit band Hardcore fenomenal di Malang. (Foto: Dok. Sharkbite).

MALANGTIMES - Sharkbite merupakan salah satu unit band Hardcore Kota Malang yang di tengah pandemi Covid-19 terus berkarya meskipun terdapat batasan-batasan di era Transisi New Normal. 

Setelah sebelumnya Sharkbite merilis video klip bertajuk 'Real Is Rare', kali ini band Hardcore fenomenal ini kembali mendobrak para pendengar musik Indonesia di tengah kebosanannya dengan kabar Covid-19 yang tak kunjung reda Sharkbite memutuskan melaunching video klip bertajuk 'Malignance'. 

Baca Juga : Begundal Lowokwaru Luncurkan V-Klip, Cerita Awal Kesuksesan dari Gang Sempit Singosari

Hal ini merupakan salah satu contoh positif yang harus terus dilakukan para musisi Indonesia khususnya di Malang. Terlebih lagi para musisi lokal Malang harus terus berkarya di tengah pandemi Covid-19.

Dalam proses pembuatan video klip 'Malignance', Sharkbite berkolaborasi dengan Maternal Disaster sebagai eksekutif produser, Disaster Records sebagai label rekaman dan Elora Pictures sebagai produser video.

Drummer Sharkbite, Bogi yang juga merupakan penulis lagu ini mengatakan bahwa progres untuk terus berkarya ini juga didukung dengan adanya deal progress dengan Disaster Record yang di bawah naungan Maternal Disaster.

"Jadi semua jadwal kegiatan sampai Album ke-2 Sharkbite serta kegiatan promo termasuk campaign tetap harus berjalan meski pandemi berlangsung. Contohnya dua video klip yang dirilis ini," ujarnya, Sabtu (8/8/2020).

Bogi menjelaskan bahwa jalan cerita dari video klip 'Malignance' ini merupakan flashback dari video klip Sharkbite sebelumnya yakni 'Real Is Rare' yang dirilis saat masa-masa awal Covid-19 menggemparkan dunia, termasuk Indonesia. 

"Inti dari dua karya ini, sebenarnya kisah seseorang wanita muda yang memiliki misi balas dendam (Malignace), berlanjut pada perlawanan terhadap kepribadian negatif dalam diri sendiri (Real is Rare)," jelasnya. 

Kata Malignance sendiri diambil oleh Bogi dari kosakata Bahasa Inggris tahun 80-an yang memiliki arti keganasan. Skenario keganasan yang berisi misi balas dendam atas bullying dalam bentuk pembantaian yang diperankan oleh Ulfiana Fauziah sebagai Cynthia.

"Sehingga memberikan stimulasi psikopasi pada Natasya yang diperankan Jihan Sabrina. Berlanjut pada ‘Real is Rare’, dimana Natasya berusaha membunuh kepribadiannya sendiri karena efek samping sebagai saksi nyata kejadian pembantaian dalam (Malignance)," ungkapnya.

Baca Juga : WORO & The Night Owls Gebrak Maret dengan Album Perdananya

Penggarapan video klip 'Malignance' yang terbilang singkat ini berjalan sekitar empat bulan. Mulai dari proses take video, proses editing dan hingga finishing, Sharbite dan tim produksi melakukan itu semua dengan kerjasama yang apik. 

Hal ini juga patut diapresiasi dan diacungi jempol dengan band lokal Malang juga dapat berkompetisi di tingkat nasional bahkan di tingkat dunia, dengan penggarapan video klip yang terkonsep.

"Melalui konsep psikopasi dan sadistik di video klip ini, kami (Sharkbite) mengemas pesan dalam lirik sangat kuat untuk para pecinta musik keras," pungkasnya. 

Penikmat musik keras dapat menikmati karya Sharkbite bersama tim dari Maternal Disaster bertajuk 'Malignance' dan 'Real Is Rare' ini di kanal YouTube Maternal Disaster.

Link: https://youtu.be/7Qyajwl3PJ0