Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim saat sambutan di acara gerakan 26 Juta masker (Foto: Aldi N. F. A./MalangTIMES)
Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim saat sambutan di acara gerakan 26 Juta masker (Foto: Aldi N. F. A./MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam acara Launching Gerakan 26 Juta Masker se-Provinsi Jawa Timur (Jatim) di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jum'at (7/8/2020) di hadapan Mendagri, sebut angka investasi di Jatim justru meningkat.

"Bahwa dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) yang dirilis pada akhir Juli kemarin, angka investasi di Jawa Timur justru mengalami peningkatan," terangnya pada Mendagri, Tito Karnavian.

Baca Juga : Teten Masduki Sebut Pelaku UMKM Bakal Terima Stimulus PEN Rp 2,4 Juta Per Orang

"Bahwa dalam suasana pandemi covid, kepercayaan investor pada jawa timur cukup tinggi," lanjutnya.

Selain itu, khofifah juga menegaskan bahwa posisi Jatim hingga akhir Juni kemarin berhasil menempati angka PHK paling rendah di Jawa. Hal tersebut juga dipengaruhi dari kerja keras para Kepala Daerah dan perusahaan serta serikat-serikat pekerja yang ada di Jatim.

"Dari data SMRC yang dirilis, PHK yang ada di DKI Jakarta-Banten mencapai 31 %, di Jawa Barat 18%, di Jawa Tengah 18 %, dan di Jawa Timur 4%," urainya.

Dengan gerakan 26 juta masker itu, Khofifah berharap dapat membuat ekonomi di Jatim kembali pulih dan tidak menemukan kluster-kluster baru Covid-19.

Baca Juga : Aturan Baru BLT Dana Desa Diperpanjang Sampai Desember, Ini 5 Keputusan dari Menteri Desa

Meski angka kesembuhan Covid-19 di Jatim telah mencapai prosentase 69,38%, Khofifah tetap menyampaikan belum aman dari Covid-19.

"Kami akan terus bekerja keras, pak menteri. Dengan support yang sekarang ini (Gerakan 26 Juta Masker) menjadi kekuatan kami bagaimana mendorong masyarakat kembali diingatkan bahwa kita belum aman dan masker menjadi bagian dari cara kita supaya terlindungi dan orang lain juga terlindungi," tegas Khofifah.