Sekretaris Dirjen Pendis Kemenag RI, Dr Imam Safe'i MPd (tengah), Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg (paling kanan). (Foto: istimewa)
Sekretaris Dirjen Pendis Kemenag RI, Dr Imam Safe'i MPd (tengah), Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg (paling kanan). (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Selama empat hari, ujian masuk untuk kampus negeri di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) RI dilakukan secara daring secara serentak di seluruh Indonesia mulai Senin hingga Kamis (3-6/8/2020). 

Seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) secara daring ini tentu juga dilaksanakan oleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang).

Baca Juga : Pencairan BOS Madin Tahap Pertama Tuntas, ke Depan Pemkot Malang Usulkan Kenaikan

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Dirjen Pendis Kemenag) RI, Dr Imam Safe'i MPd hadir langsung untuk memantau proses seleksi online di UIN Malang tersebut, Selasa (4/8/2020). Puluhan tim pengawas nampak fokus mengawasi peserta ujian dari layar monitornya masing-masing.

Dalam arahannya, Imam menegaskan bahwa seleksi di era pandemi ini memang mengharuskan perguruan tinggi untuk melakukan proses seleksi calon mahasiswa secara online. Hal ini menunjukkan bahwa program digitalisasi di perguruan tinggi saat ini sangatlah penting.

"Setiap perguruan tinggi saat ini dituntut harus bisa melakukan penyesuaian diri secara cepat. Tidak hanya persoalan penyesuaian di era serba digital saja, perguruan tinggi saat ini juga dituntut harus mampu membuat sistem atau aplikasi pembelajaran seperti yang sudah dilakukan lembaga-lembaga nonformal," ucapnya.

Sistem pembelajaran nonformal ini misalkan saja Ruang Guru. Sementara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sendiri juga sudah membuat aplikasi pembelajaran online yakni Rumah Belajar.

"Ada lagi dari pondok pesantren yang juga membuat Rumah Kitab," imbuhnya.

Nah, perguruan tinggi dengan tim IT dan SDM dari kalangan dosen yang memadai diharapkan bisa membuat gagasan yang sama dengan tujuan untuk memudahkan para mahasiswanya dalam belajar sistem daring atau secara online. Kapasitas IT di kampus juga harus memadai tentunya. Pasalnya, sebaik apapun program digitalisasi jika tidak didukung adanya IT maka semua akan berjalan kurang maksimal.

Dikatakan, pemanfaatan teknologi di era digital ini sangatlah penting. Ditambah lagi Mendikbud Nadiem Makarim memberikan mandat Kampus Merdeka atau kebebasan belajar. Tentunya hal ini harus direspons sesuai dengan kebutuhan di era pandemi ini.

Baca Juga : Kuota jadi Kendala Belajar Online, Pemkot Malang Minta Dikbud Fasilitasi Kuota Siswa

Ditegaskan, Pendis memerlukan bantuan dari tim IT kampus untuk sama-sama menyumbangkan inovasinya untuk membantu proses belajar mengajar.

"Kami berharap nanti ada kepeloporan dari perguruan-perguruan tinggi," kata dia.

Dia mengungkapkan, Pendis memang menunggu inovasi dari PTKIN agar pelaksanaan pendidikan Islam bisa berjalan dengan sebaik-baiknya.

"Sekali lagi kami butuh ide-ide, gagasan-gagasan, yang nanti saya kira tidak hanya diperuntukan perguruan tinggi, tapi juga mudah-mudahan nanti bisa membantu di pesantren, di madrasah, dan guru-guru kita," pesannya.