Wali Kota Malang Sutiaji (berkopyah) saat meninjau aktivitas siswa sekolah saat belajar daring di Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun Kota Malang, Selasa (4/8). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (berkopyah) saat meninjau aktivitas siswa sekolah saat belajar daring di Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun Kota Malang, Selasa (4/8). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Persoalan belajar daring di Kota Malang masih banyak dikeluhkan. Pasalnya, banyak dari siswa-siswi sekolah selain mengalami keterbatasan jaringan internet juga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan kuota untuk akses belajar.

Hal inilah yang kemudian menjadikan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mengupayakan fasilitas bagi para siswa-siswi sekolah.

Baca Juga : Ternyata 4 Bulan Tak Ada Kegiatan Belajar Mengajar di SDN Gunungsari 4

Salah satunya, dengan memanfaatkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang. Yang mana, pos anggaran itu di refocusing untuk dialokasikan dalam memenuhi kebutuhan kuota bagi siswa sekolah.

"Kalau untuk paket (kuota data internet) saya sudah minta kepada Diknas (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) untuk segera, kalau SMP sudah semuanya. Jadi memang ada dari BOS itu bisa diambil refocusing. Realokasinya bisa dialihkan untuk kegiatan pembelian paket ke masing-masing anak," ujarnya saat meninjau kegiatan belajar daring siswa di Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (4/8/2020).

Saat ini untuk kebutuhan kuota internet tersebut telah ditentukan per masing-masing siswa senilai Rp 50 ribu. Namun, untuk penggunannya para siswa harus dalam pemantauan orang tua masing-masing.

Sehingga, jumlah kuota internet memang benar-benar dimanfaatkan dan mencukupi untuk kebutuhan akses belajar daring.

"Untuk SMP sudah selesai Rp 50 ribu, SD juga sama. Cuma harus dipantau dengan paket segitu mudah-mudahan tidak digunakan untuk yang lain, sehingga tercukupi untuk pembelajaran. Namanya paket itu khawatir belum waktunya habis, jadi untuk youtub-an dan lain-lain, sehingga peran orang tua penting untuk ngontrol anak ketika ada paket itu," imbuhnya.

Untuk penerapannya, pihaknya juga meminta alokasi itu diserahkan kepada masing-masing kepala sekolah terkait pembagian untuk kuota internet kepada siswa sekolah.

Baca Juga : Pemberlakuan Khusus, SDN Gunungsari 4 Kota Batu Terapkan Belajar Mengajar Langsung

"Jadi kami mendorong Dinas Pendidikan segera meminta kepada Kepala Sekolah untuk merealokasi berkaitan dana penggunaan BOS. Sehingga membantu anak-anak untuk belajar di rumah," terangnya.

Sebagai informasi, pemberian fasilitas bagi siswa untuk pembelajaran daring juga telah dilakukan oleh Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Yaitu dengan memanfaatkan fasilitas wifi di kelurahan sebagai akses belajar siswa.

Langkah ini diharapkan juga akan menjadikan referensi bagi kelurahan-kelurahan lain di wilayah Kota Malang. Terutama wilayah yang cukup terpencil dan susah untuk akses jaringan internet.

"Mohon nanti kelurahan-kelurahan lain juga memfasilitasi. Utamanya daerah-daerah terpencil seperti di Kedungkandang itu yang memang punya paket (kuota internet) tapi jaringannya susah diakses," tandasnya.