Suasana RM Rawon Nguling, Tongas yang ramai di media sosial (istimewa)
Suasana RM Rawon Nguling, Tongas yang ramai di media sosial (istimewa)

MALANGTIMES - Covid-19 tak kunjung usai. Kali ini muncul kluster baru dari rumah makan Rawon Nguling yang berada di Desa Tambak Rejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Di media sosial ramai diberitakan bahwa rumah makan Rawon Nguling telah menjadi kluster baru karena satu keluarga pemilik salah satu tempat makan terkenal di Probolinggo itu dinyatakan positif Covid-19. Dikabarkan, penyebaran virus di kluster tersebut berasal dari klaster pelangi, dari perjalanan atau dari pembeli di rumah makan itu.

Baca Juga : Tiga Hari Nihil Pasien Positif Covid-19 di Kota Batu, Tambahan 5 Sembuh

Gambaran detailnya, tercatat ada 8 orang yang positif Covid-19, termasuk pemilik dan kerabatnya. Dua di antaranya meninggal dunia dan 6 lainnya masih dirawat. Kemudian 20 karyawan rumah makan itu kini menjalani masa karantina di rumah sehat sambil menunggu hasil swab.

Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, Gugus Tugas Covid-19 dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo saat ini telah melakukan lockdown atau penutupan rumah makan Rawon Nguling hingga 14 hari ke depan.

Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr Anang Budi Yoelijanto membenarkan bahwa ada yang terpapar Covid-19.

Lanjutnya, dua orang yang meninggal tersebut memiliki riwayat penyakit lain, sementara enam pasien saat ini telah dirawat di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo. "Betul 8 orang terpapar Covid-19. Dua di antaranya meninggal dunia dan 6 orang positif (Covid-19) dirawat di RSUD," kata dr Anang, Selasa (4/8/2020) dilansir dari laman Detik.com.

Baca Juga : Dapat Bantuan Alat PCR-Swab, Pemkot Malang Buat Skema Percepatan Penanganan Covid-19

Sementara itu, selain melakukan sterilisasi di rumah makan Rawon Nguling, Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo akan terus melakukan tracing atau mendeteksi orang-orang yang berpotensi tinggi tertular virus dari pasien positif Covid-19.