Wali Kota Malang Sutiaji (empat dari kanan) saat menerima bantuan alat PCR-Swab di halaman Balai Kota Malang, Senin (3/8). (Foto: Humas Pemkot Malang).
Wali Kota Malang Sutiaji (empat dari kanan) saat menerima bantuan alat PCR-Swab di halaman Balai Kota Malang, Senin (3/8). (Foto: Humas Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Lonjakan kasus positif Covid-19 yang terus tinggi menjadi perhatian khusus. Hingga Senin (3/8/2020) warga Kota Malang yang tercatat terjangkit Covid-19 menembus angka 696 orang. Melihat kondisi itu, proses percepatan penanganan untuk menekan angka kasus semakin masif dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Salah satunya, dengan memanfaatkan bantuan alat Polymerase Chain Reaction (PCR)-Swab yang telah diserahkan kepada Pemkot Malang untuk lebih mempercepat testing bagi pasien Covid-19.

Baca Juga : Nestapa Pasien Covid-19 di Kota Malang yang Tak Dapat Bantuan Selama Isolasi Mandiri

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan hadirnya bantuan alat PCR-swab ini sebagai upaya untuk lebih mempercepat pelaksanaan tes kepada pasien. Baik itu yang telah terkonfirmasi positif ataupun yang masih PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

Sehingga melalui skema yang ditentukan, proses tes dan hasil dari swab pasien akan lebih cepat diketahui bahkan hanya dalam waktu sehari saja.

"Skemanya nanti kita tidak pakai yang untuk percepatan pasien di Safe House (rumah isolasi di Jl Kawi) itu, tidak akan dilakukan sesuai dengan revisi 5 (pedoman dari Kemenkes dalam penanganan Covid-19)," ujarnya, saat ditemui di Balai Kota Malang, Senin (3/8/2020).

Menurutnya, aturan pelaksanaan Test Swab bagi pasien yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 sesuai dengan aturan atau pedoman Kemenkes revisi 5 harus menunggu kurang lebih selama 10 hari. Sehingga setiap pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk mengetahui kesembuhan tak harus menunggu Test Swab lebih lama.

"Jadi nggak usah nunggu, ketika dia (pasien terkonfirmasi positif Covid-19) sudah Swab 1 kali, 2 kalinya positif lagi itu (dilakukan Treatement) dan langsung dilakukan Swab ke iga. Kalau negatif langsung dipulangkan, biar cepat itu," imbuhnya.

Lebih lanjut, bantuan 1 unit alat PCR-Swab dari PT HM Sampoerna tersebut telah ditempatkan di RSUD Kota Malang. Alat ini mampu memeriksa 250 spesimen sampel Swab. "Kita ngambil tempat di lantai 3 (RSUD Kota Malang), itu sudah kita siapkan sebelumnya. Kemampuannya 250 untuk 1 alat itu," tandasnya.

Baca Juga : Viral Bendera Merah Putih Dibakar di Lampung, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa!

Untuk diketahui, per hari ini dari total jumlah 696 kasus tersebut tercatat ada 5 tambahan pasien terkonfirmasi positif. Namun, kabar baiknya sebanyak 28 pasien telah dinyatakan sembuh. Sedangkan pasien yang meninggal dunia tercatat ada 57 orang.

Sementara itu, kategori PDP di Kota Malang hingga hari ini tercatat sebanyak 680 orang. Dengan rincian 69 dinyatakan meninggal dunia, 292 orang selesai masa perawatan, dan 319 orang dalam masa perawatan.

Sedangkan data lain, tercatat ada 5.559 ODR (Orang Dalam Risiko), 1.629 OTG (Orang Tanpa Gejala). Serta 1.101 ODP (Orang Dalam Pantauan), sebanyak 51 orang masih tahap dipantau, 1048 selesai pemantauan dan 2 meninggal dunia.