Anak-anak balita saat menampilkan karya di depan umum Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Anak-anak balita saat menampilkan karya di depan umum Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus stuntung di Kota Batu cukup tinggi. Saat ini tercatat ada sebanyak 2.279 bayi alami stunting di Kota Pariwisata ini. Keberadaan bayi stunting itu tersebar di sejumlah wilayah.

Hanya saja, saat ini Pemkot Batu fokus penanganan daerah stunting pada 5 desa/kelurahan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Batu dan Kecamatan Bumiaji. Jumlahnya sebanyak 684 bayi. Rinciannya untuk Kecamatan Batu di Desa Oro-Oro Ombo ada 145 balita, Kelurahan Sisir ada 140 balita, dan Desa Sidomulyo terdapat 134 balita.

Baca Juga : Sehari 3 Orang PDP Meninggal Dunia di Kota Batu, Belum Ada Tambahan Pasien Sembuh

Sedangkan untuk di Kecamatan Bumiaji di Desa Giripurno ada 171 orang, dan Desa Sumber Branyas tercatat 94 orang. “Untuk saat ini kami fokus pada lima titik lokasi yang mengalami gagal tumbuh karena kekurangan gizi kronis akibat asupan gizi yang tidak memadai,” kata Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Batu, Emi Kusrilowati. 

Ia menambahkan, untuk rentang usia stunting pada balita tersebut dimulai dari 6 bulan ke atas sampai 60 bulan di Kota Batu. Sedangkan anak lebih pendek itu disebabkan asupan gizi yang tidak optimal. Untuk dampak jangka panjang dari stunting akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan anak.

Di tengah pandemi ini lanjut Emi, upaya yang dilakukan kepada bayi stunting ini dengan memberikan makanan tambahan berupa susu selama 90 hari kepada 70 balita yang masuk dalam kategori bawah garis merah (bgm). “Upaya itu melalui 5 puskesmas dengan kegiatan posyandu dan imunisasi,” imbuhnya.

Sementara itu untuk prevalensi kasus stunting Kota Batu pada tahun 2019 silam mencapai 25,4 persen. Namun pada tahun ini turun mencapai 23,8 persen. Meski demikian Kota Batu tidak masuk dalam lokasi fokus stunting nasional.

Baca Juga : Psikolog Sangat Dibutuhkan Pasien Covid-19, Kota Batu Bakal Tambah Psikolog

Dengan adanya pandemi Covid-19 ini, sangat mengkhawatirkan pada bayi. Sehingga stunting pada anak harus diwaspadai terhadap kesehayan anak.