Pasien konfirm yang dinyatakan sembuh saat di Shelter Hotel Mutiara Baru beberapa saat lalu.
Pasien konfirm yang dinyatakan sembuh saat di Shelter Hotel Mutiara Baru beberapa saat lalu.

MALANGTIMES - Hingga saat ini Kota Batu hanya memiliki satu psikolog untuk pendampingan bagi mereka yang masuk dalam pasien konfirm Covid-19. Karena itu Pemkot Batu berencana untuk menambah lagi tenaga psikolog.

Keberadaan psikolog ini sangat penting, sebab mereka bertugas untuk mendampingi sekaligus memotivasi warga Kota Batu yang terkena virus Covid-19. “Di Kota Batu saat ini punya satu psikolog di Puskesmas Batu,” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, dr Yuni Astuti.

Baca Juga : Target Tercapai, Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kabupaten Malang Capai 64 Persen

Nantinya Dinkes berencana untuk melakukan kerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Malang. Kemudian mereka akan melakukan pendampingan untuk masing-masing kecamatan di Kota Batu. 

Dibutuhkannya psikolog bagi pasien konfirm positif lantaran salah satu yang dibutuhkan untuk kesembuhan adalah psikologis pasien. Salah satu hal yang mempengaruhi kondisi psikis pasien adalah masih adanya anggapan jika mereka (pasien konfirm positif) adalah sebuah aib.

Melihat dari hal tersebut, Dinkes Kota Batu berniatan menggandeng HIMPSI. Sementara itu, Psikolog Klinis Dinkes Kota Batu, Sayekti Pribadiningtias menambahkan, jika selama ini pihaknya harus bekerja keras melakukan pendampingan kepada pasien konfirm. Sehingga jika ia yang bekerja sendiri dirasa kurang maksimal.

“Kalau hanya satu orang, masih kurang maksimal. Kota Batu masih membutuhkan tiga psikolog untuk masing-masing kecamatan, Batu, Junrejo, dan Bumiaji,” ungkapnya.

Baca Juga : Keluhan Pasien Positif Covid-19 di Kota Batu, Indera Penciuman Hilang hingga Demam

“Namun masih menunggu keputusan dari Dinkes Kota Batu, apakah nanti apakah di tiap kecamatan, shelter, bahkan tiap desa,” tutup Nining.