Balai Kota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Balai Kota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sebagian besar Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Batu dialihkan pada refocusing anggaran untuk pencegahan dan penanganan Covid-19. Akibatnya hingga bulan Juli serapan belum mencapai 50 persen atau 42 persen.

“Dari data serapan hingga bulan Juli lalu untuk serapan APBD hampir 50 persen. Dan ini sudah termasuk bagus,” ungkap Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso.

Baca Juga : Bedah Rumah Pemkab Malang dan Baznas Baru Terealisasi Hampir Separo Gara-Gara Covid

Ia menambahkan, hingga akhir Juli lalu serapan APBD Kota Batu terealisasi Rp 454,1 miliar dari total Rp 1 triliun. Sehingga masih terdapat sisa Rp 545,9 miliar yang harus diserap.

Dengan sisa selama 5 bulan hingga akhir tahun mendatang Punjul pun meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Batu bisa memaksimal serapan anggaran. Tentunya agar tidak terjadi sisa anggaran yang besar. “Tersisa 5 bulan, semoga OPD yang belum memaksimalkan serapan anggaran bisa berupaya dengan sisa waktu yang ada,” jelas pria yang juga Ketua PMI Kota Batu ini.

Punjul mengakui, rendahnya serapan anggaran ini bukan hanya terjadi pada lingkungan Pemkot Batu, tapi juga terjadi kota maupun kabupaten lainnya.

Baca Juga : Perkuat Recovery Ekonomi, Wali Kota Malang Tekankan Peningkatan Serapan Anggaran Belanja

Dia lantas menyebutkan OPD dengan serapan anggaran cukup tinggi di Dinas Pendidikan. Sedangkan serapan yang rendah, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP). “Yang sempat terhambat lantaran pandemi Covid-19 bisa kembali menjalankan program-program prioritas,” tutup Punjul.