Bupati Malang HM. Sanusi (dua dari kanan) saat berfoto bersama di depan rumah yang akan dibedah dan direnovasi sehingga layak huni di Kecamatan Jabung, Senin (3/8/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Bupati Malang HM. Sanusi (dua dari kanan) saat berfoto bersama di depan rumah yang akan dibedah dan direnovasi sehingga layak huni di Kecamatan Jabung, Senin (3/8/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Program bantuan bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang bekerja sama dengan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Malang hingga tengah tahun 2020 telah terealisasi hampir separo dari target awal. Yakni dari target 500 rumah, yang sudah dibedah 200.

Bupati Malang HM. Sanusi mengatakan bahwa program bedah rumah ini sepanjang 2020 ditargetkan 2.000. Rinciannya, 1.500 rumah dari Pemkab Malang melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK)  dan 500 rumah dari Baznas.

Baca Juga : Perkuat Recovery Ekonomi, Wali Kota Malang Tekankan Peningkatan Serapan Anggaran Belanja 

 

"Kemarin dari Cipta Karya 1.500. Nanti kami evaluasi lagi di PAK (perubahan anggaran keuangan). Jika memang perlu ditambahi, kami tambahi. Dari Baznas 500. Jadi, sekitar 2.000 nanti tahun 2020," ungkapnya pada acara peletakan batu pertama pembangunan bedah rumah di Kecamatan Jabung, Senin (3/8/2020). 

Sanusi menuturkan bahwa program bedah rumah di Kabupaten Malang tidak mengalami kendala yang begitu berat. Hanya, pengajuan yang tidak serentak membuat Pemkab Malang dan Baznas sedikit terkendala dalam eksekusinya. 

Lebih lanjut Sanusi mengatakan,  untuk wilayah Kecamatan Jabung, tahun 2021 diproyeksikan sebanyak 98 rumah akan segera berubah status menjadi layak huni.

"Kendalanya ya  yang ngajukan tidak serentak. Saya berharap nanti tahun depan ada 98 mau kami proyeksikan di Jabung sudah semuanya layak huni," ujarnya. 

Sanusi juga berharap agar program bedah rumah ini dapat memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat Kabupaten Malang sehingga dapat memiliki tempat tinggal yang layak huni dan nyaman.  "Sehingga nanti peningkatan kebiasaan lebih bagus karena mereka nyaman. Saya berharap dengan rumah yang layak huni ini, masyarakatnya jadi lebih sehat dan lebih sejahtera," ucapnya. 

Sementara, di lokasi yang sama, Ketua Baznas Kabupaten Malang Khoirul Hafidz Fanani menjelaskan, dari target 500 rumah yang akan dibedah pada  2020 ini, hingga kini masih terealisasi kurang dari 50 persen karena terkendala beberapa hal. 

Baca Juga : Camat “Terancam” Mutasi jika Tidak Becus Tangani Covid-19, Bagaimana dengan Kepala Dinas? 

 

"Kalau yang direnovasi tahun 2020 ini sekitar 210. Kami targetnya sampai 500. Kemarin kebentur Ramadan sehingga  off dulu dan ada covid. Jadi, kami ngebut untuk bulan-bulan ini," ucapnya.

Hafidz menyebutkan bahwa anggaran untuk satu unit rumah yang akan dibedah dianggarkan sebesar Rp 12,5 juta. "Sebelumnya satu rumah Rp 10 juta. Tapi 10 juta itu bersama dengan masyarakat," ungkapnya. 

Bedah rumah juga telah dilakukan di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Malang, terutama yang berada di kawasan perbatasan dan mayoritas di wilayah Malang Selatan. 

Untuk wilayah Kecamatan Jabung, Hafidz menyebutkan pada tahun 2020 ini terdapat 34 rumah yang telah di bedah. "Yang paling banyak di daerah selatan, daerah pinggir. Donomulyo, Pagak, Gedangan, Ampelgading, Kasembon, itu yang paling banyak. Lawang juga. Yang pinggir-pinggir paling banyak," katanya.

Menurut Hafidz, Baznas Kabupaten Malang pada tahun 2020 menyiapkan skema bantuan bedah rumah senilai Rp 7 miliar hingga Rp 7,5 miliar. Adapun kriteria rumah yang layak dibantu yakni rumah-rumah yang memiliki dinding berupa bambu, tidak memiliki toilet, atap rumah yang tidak layak, dan lantai yang berupa tanah. 

Hafidz juga menegaskan bahwa syarat pengajuan untuk dilakukan pembedahan rumah tersebut sangat mudah. "Usulannya dari masyarakat sendiri, mengetahui kepala desa dan mengetahui camat terus diajukan kepada Baznas," terang dia.

Setelah proposal tersebut masuk ke kantor Banzas, maka rumah tersebut akan disurvei. Jika layak, Baznas akan menunggu kesiapan dari tim pelaksana pembedahan, kemudian meluncurkan dana senila Rp 12,5 juta tersebut.

Sebagai tambahan, Hafidz mengatakan bahwa untuk rumah yang direnovasi juga memiliki standart yang telah ditetapkan. "Semuanya. Ini akan jadi dinding full. Terus di bawah itu plester. Hampir rata-rata begitu yang jadi. Plester, nggak sampai keramik," imbuhnya.