Screenshot zona merah Kota Batu. (Foto: infocovid19.jatimprov.go.id)
Screenshot zona merah Kota Batu. (Foto: infocovid19.jatimprov.go.id)

MALANGTIMES - Meski jumlah pasien yang sembuh di Kota Batu mencapai angka 142 orang, menyisakan 17 pasien konfirm membuat Kota Batu berubah zonanya. Namun, kondisi itu membuat Kota Batu yang sebelumnya masuk dalam zona orange, kembali pada zona merah.

Terlihat hingga Sabtu (1/8/2020) dari halaman infocovid19.jatimprov.go.id, Kota Batu tidak lagi zona berwarna orange. Tapi warnanya sudah berganti menjadi warna merah atau risiko tinggi sama seperti Kota Malang.

Baca Juga : Resepsi Pernikahan Diperbolehkan, Asalkan Warga Kota Batu Lakukan Ini

Artinya, berubahnya warna menjadi merah itu tentunya membuat skor Kota Batu menjadi turun. Dari  zona warna orange atau risiko sedang 1,87, kembali ke risiko tinggi atau zona merah dengan skor 1,77. “Agar bisa berubah warnanya atau berubah statusnya ada 15 indikator yang harus dipenuhi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Kartika Tri Sulandari. 

Ia menjelaskan, dari 15 indikator itu mulai terdiri dua indikator surveilans kesehatan masyarakat, dua indikator pelayanan kesehatan, dan 11 indikator epidemiologi. Mengingat angka pasien dikonfirm terus naik, meski angka pasien sembuh juga terus naik. 

Sementara itu hingga Jumat (31/7/2020) jumlah akumulatif 170 orang itu, masih terdapat 17 orang yang menjalani perawatan. Rinciannya, 6 orang menjalani perawatan di rumah sakit. Kemudian 7 orang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. 4 orang isolasi mandiri dengan menempati shelter di Hotel Mutiara Baru. Sedangkan angka sembuh sudah mencapai 142 orang. Dan 11 orang meninggal dunia.

Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) mencapai 427 orang. 13 di antaranya dalam pemantauan, dan 414 orang selesai pemantauan. Lainnya, orang dalam risiko (ODR) ada 9666 orang, dengan 1197 orang dalam pemantauan, dengan 8469 orang selesai dipantau.

Baca Juga : Bagi Zona Merah Kabupaten Malang, Diperbolehkan Gelar Salat Idul Adha, Tapi...

Lalu Orang Dalam Pemantauan (ODP) sejumlah 466 orang. 107 di antaranya dalam pemantauan, dan 359 orang selesai pemantauan. Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 164 orang, dalam pengawasan 38 orang, 111 orang selesai pengawasan, dan 15 orang meninggal dunia.