Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Rasulullah SAW dalam berbagai riwayat dijelaskan memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah doa yang makbul dan senantiasa mendapatkan ridha Allah SWT. Berbagai kisah tentang doa yang terkabul itu pun banyak diperdengarkan dan menjadi pelajaran hingga hari ini.

Namun suatu ketika, Rasulullah SAW pernah menyampaikan jika ada doa seorang laki-laki yang doanya juga sangat makbul. Laki-laki itu dikenal oleh Rasulullah SAW, namun bukan bagian dari jajaran para sahabat.

Baca Juga : Teka-teki Kenabian Ismail Saat Akan Disembelih Nabi Ibrahim

Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam sebuah kajian menyampaikan, ada seorang laki-laki yang oleh Rasulullah SAW disebut sangat ijabah ketika berdoa. Sehingga Rasulullah SAW berpesan kepada sahabat agar para sahabat meminta doa kepada laki-laki tersebut jika laki-laki itu datang ke Madinah.

Maka para sahabat pun merasa heran dengan yang disampaikan Rasulullah. Setelah Rasulullah SAW meninggal dunia, laki-laki itu sampai ke Madinah dan bertemu dengan para sahabat. Maka para sahabat menunaikan pesan Rasulullah SAW dan meminta doa dari pria tersebut.

Laki-laki itu bernama Uwais Al-Qarni. Dia merupakan sosok yang tak pernah bertemu Rasulullah SAW. Bukan karena tak beriman, namun karena ia menjaga ibunya di Yaman.

Sehingga, doanya lebih makbul dari para sahabat. Karena keutamaan seorang Uwais yang berbakti kepada orang tuanya.

UAS menjelaskan, Rasulullah SAW telah mengajarkan jika menghormati orang tua, terutama ibu adalah sebuah kemuliaan yang harus dilakukan setiap muslim. Namun bukan berarti harus mengabaikan seorang bapak.

Baca Juga : Saat Berbaring, Rasulullah SAW Yakinkan Umar bin Khattab Soal Syiar Islam ke Penjuru Dunia

Ibu mendapat lebih banyak keistimewaan lantaran perannya mengandung, melahirkan, dan menyusui. Sehingga anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya akan selalu mendapatkan kemuliaan.

Lebih jauh UAS juga menegaskan jika Allah SWT telah berjanji, seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya akan mendapatkan balasan di dunia dan akhirat. Anak-anak yang durhaka akan mendapat siksaan di dunia dengan kehidupan yang susah dan siksaan yang lebih pedih di akhirat.

Lantaran durhaka kepada orang tua merupakan salah satu dosa terbesar. Hal itu berbeda dengan jenis dosa lain, di mana siksaan akan diberikan kepada mereka saat di akhirat.