Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Islam menjadi salah satu agama terbesar di dunia. Setiap daerah tentu memiliki sejarah tersendiri terkait masuknya ajaran Islam tersebut. 

Namun jauh sebelum itu, Rasulullah SAW ternyata pernah menyampaikan, jika Islam akan tersebar di seluruh dunia dengan kehendak Allah SWT.

Baca Juga : Sempat Runtuh, Begini Kisah Pembangunan Kembali Kakbah oleh Nabi Ibrahim dan Ismail

Kisah itu pun banyak diperdengarkan hingga hari ini. Berbagai riwayat telah menunjukkan bahwa ajaran Islam telah disebarkan dan diterima ataupun ditolak oleh manusia di berbagai penjuru dunia.

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, kisah pertama mengenai tersebarnya ajaran Islam itu bermula ketika Rasulullah SAW tengah berbaring di rumahnya. Saat itu, Rasulullah SAW tengah memberikan hukuman kepada para istrinya yang meminta ada kenaikan nafkah.

Salah satu istri Rasulullah SAW yang meminta kenaikan nafkah itu adalah Habshah, anak Umar bin Khattab.

Umar pun merasa khawatir dan takut Habshah diceraikan lantaran sikap Habshah. Rasulullah SAW saat itu tak bertemu ataupun mengajak mengobrol istrinya selama sebulan untuk memberi pelajaran serta mengajak mereka bersyukur kepada Allah SWT. Sehingga tidak melanggar hukum-hukum Allah SWT.

Umar bin Khattab mendatangi rumah Rasulullah untuk meminta ridha Rasulullah SAW. Karena anaknya Habshah menjadi salah satu otak untuk meminta kenaikan nafkah tersebut.

Ketika Umar bin Khattab masuk ke rumah, dia melihat Rasulullah SAW tengah berbaring. Umar bin Khattab secara spontan meneteskan air matanya. Umar merasa sangat tersentuh dengan kesederhanaan Rasulullah SAW.

Tak ada kemewahan di rumah Rasulullah SAW. Beliau saat itu tidur di atas tikar yang bolong dan membuat bagian kanan tubuh Rasulullah SAW terkena tanah langsung.

Selain itu, Rasulullah SAW juga tidur tak menggunakan bantal. Melainkan meletakkan tangannya di bagian pipi.

Sambil tersedu-sedu, Umar bin Khattab mengucapkan salam dan dijawab Rasulullah SAW. 

Kemudian Umar berkata, “Ya Rasulullah SAW, salah satu raja di Persia dan penguasa di Romawi, mereka tidur di dipan yang empuk, mereka menggunakan baju mewah, didampingi dayang yang mengipasi mereka, dan mereka juga duduk di posisi yang sekitarnya ada banyak makanan enak. Sementara engkau utusan Allah SWT, nabi kami. Anda adalah raja kami, seperti ini kondisinya ya Rasulullah SAW?”

Kemudian Rasulullah SAW duduk dan berkata, “Wahai Ibnu Khattab (anaknya Khattab), apakah engkau masih ragu dengan apa yang selama ini aku sampaikan? Apakah engkau masih ragu wahai Umar, bahwasannya mereka (yang kamu sebutkan) memiliki dunia, tapi tak memiliki akhirat. Apa engkau masih ragu dengan janji-janji Allah SWT dan semua ancaman-Nya? Sampai engkau mengatakan itu. Ketahuilah wahai Ibnu Khattab, Islam ini akan sampai ke seluruh pelosok bumi ini. Baik dengan kemuliaan maupun dengan hinaan.”

Kisah pertama itu menurut Ustadz Khalid Basalamah menegaskan jika ajaran Islam pasti akan tersebar ke seluruh penjuru negeri dengan ridha Allah SWT. Seluruh manusia di dunia akan menerima ajaran Islam dengan kecerdasannya ataupun lantaran terpaksa.

Baca Juga : Tren Frozen Food Produk Hewani, Halalkah? Dikupas Tuntas UIN Malang

Hal itu dikuatkan dalam kisah lain. Saat masa khalifah Umar bin Khattab, ia pernah bertanya kepada salah satu mantan budak yaitu Khabbab.

Umar bin Khattab bertanya, “Khabbab, siksaan apa yang dilakukan kepadamu?”

Lalu Khabbab tak mengatakan apapun, namun langsung menunjukkan lubang yang dalam pada bagian tulang leher hingga tulang ekornya. Lubang itu bisa dimasuki tangan.

Itu membuat Umar bin Khattab menangis. Khabbab bercerita jika saat ia masuk Islam, Khabbab diseret di atas batu runcing oleh orang Quraisy.

Saat itu Khabbab menunjukkan lukanya ke Rasulullah SAW. Dia meminta agar Allah SWT segera memenangkan Islam.

Lalu Rasulullah SAW berkata, "Wahai Khabbab, sesungguhnya kalian kaum yang buru-buru. Wahai Khabbab, demi ubun-ubunku dalam gengaman-NYA, Allah SWT akan memasukkan ajaran ini ke seluruh pelosok muka bumi ini. Baik dengan kemuliaan maupun kehinaan. Baik manusia akan masuk Islam lantaran kepandaian dan kecerdasannya. Ataupun lantaran terpaksa di akhir zaman nanti. Dan wahai Khabbab, Allah SAW akan menyebarkan Islam sampai seorang wanita berjalan dari hadrah maut menunggangi seekor unta tanpa didampingi siapapun menuju ke San'ah,".

San'ah sendiri disebut sebagai ibu kota di Yaman. Di mana perjalanan dari Hadrah Maut menuju San'ah adalah wilayah yang penuh dengan perampok.

Kemudian Khabbab berkata, “Demi Allah SWT, saya menyaksikan apa yang disampaikan Rasulullah SAW. Seorang wanita berjalan sendiri tanpa diganggu dengan jarak yang jauh, namun tetap aman.”

Riwayat itu kembali menegaskan jika ajaran Islam akan masuk ke Berbagai penjuru dunia. Entah dengan cara diterima oleh manusianya maupun diterima lantaran paksaan saat akhir zaman nanti.