Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Hari ini, Jumat (31/7/2020) seluruh umat muslim di dunia merayakan Hari Raya Idul Adha. Perayaan besar bagi umat muslim itu pun telah banyak dikenal melalui kisah perintah bagi Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail.

Sebagian orang berpendapat jika usia Nabi Ismail saat itu antara 10 tahun hingga 15 tahun. Namun sebagian besar ulama berpendapat jika saat datangnya perintah itu, usia Ismail menjelang diangkat sebagai nabi. Lantas bagaimana kisah sebenarnya?

Baca Juga : Saat Berbaring, Rasulullah SAW Yakinkan Umar bin Khattab Soal Syiar Islam ke Penjuru Dunia

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, pertemuan pasangan ayah dan anak itu, yaitu Nabi Ibrahim dan Ismail baru dua tiga hari. 

Pertemuan itu berlangsung setelah Nabi Ibrahim meninggalkan istrinya Hajar, beserta Ismail di pasang pasir sebagaimana perintah Allah SWT. Namun kemudian, Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih leher anaknya.

Kemudian Nabi Ismail dipanggil pada pagi harinya. Lalu Nabi Ibrahim berkata, “Ya Ismail, sesungguhnya aku bermimpi menyembelihmu. Kira-kira bagaimana pendapatmu?”

Ibrahim saat sampaikan pesan itu, Ismail menjawab, “Wahai ayahku, kerjakan apa yang diperintahkan. Temui aku sebagai orang yang sabar.” 

Kalimat itu paling tepat diucapkan seorang nabi. Karena semua mimpi nabi datangnya dari Allah SWT, sebuah petunjuk bahkan sebuah wahyu.

Ringkas cerita, Nabi Ibrahim dan Ismail menuju lokasi yang dilihat dalam mimpi Nabi Ibrahim. Tempatnya di wilayah antara Musdalifa dan Mina, terdapat sebuah batu kecil sebagai pertanda Ismail hendak disembelih.

Pasangan bapak dan anak itu datang bersama. Setan pun membisikkan hal-hal menggoda kepada Nabi Ibrahim. Maka setan itu dilempar dengan tujuh kerikil. 

Berjalan lagi kurang lebih 10 sampai 20 meter datang lagi setan, dan Nabi Ibrahim melemparnya dengan kerikil lagi. Maka setan itu menghilang.

Baca Juga : Sempat Runtuh, Begini Kisah Pembangunan Kembali Kakbah oleh Nabi Ibrahim dan Ismail

Lalu Nabi Ibrahim meletakkan Ismail di atas batu. Nabi Ibrahim diuji kesabaran hingga titik terakhir. Saat Ismail pasrah dan menyerahkan lehernya, lalu Ibrahim pasrah dengan mengayunkan pedangnya dan akan menyembelih, pada saat itu Malaikat Jibril datang dan menahan pedang Nabi Ibrahim.

Kemudian saat itu Allah SWT menggantinya dengan domba. Lalu Allah SWT berfirman, “Wahai Ibrahim kau telah mempercayai mimpimu. Dan sungguh kami akan menggantikan anakmu itu dengan sembelihan domba yang besar.”

Sebagian orang berpendapat jika saat itu Ismail tengah berusia di bawah 10 tahun atau 15 tahun. Namun para ulama beranggapan lain. Para ulama dan ahli sejarah berpendapat jika anak di bawah usia 10 tahun atau 15 tahun menerima lehernya disembelih. Secara logika, anak-anak akan lari.

Jadi yang paling dekat menyebut jika Ismail adalah pada saat berusia mendekati akan ditetapkan menjadi nabi. Beberapa ulama berpendapat jika Ismail saat itu adalah nabi.

Sedangkan Ibrahim merupakan Rasul yang membawa syariat dan salah satu dari lima Rasul yang merupakan pilihan atau pemimpin para Nabi dan Rasul diantara 120 ribu nabi di antaranya ada 312 Rasul.

Namun yang wajib dihafal dan diimani sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an ada 25 Nabi dan Rasul.