Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal di Kemenag RI, Dr Mastuki MAg dalam Seminar Nasional Online bertema "Kurban, Sembelihan Halal, dan Kewajiban Sertifikasi Halal RPH/U". (Foto: Ima/MalangTIMES)
Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal di Kemenag RI, Dr Mastuki MAg dalam Seminar Nasional Online bertema "Kurban, Sembelihan Halal, dan Kewajiban Sertifikasi Halal RPH/U". (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tren Frozen Food atau makanan beku kian meningkat. Terlebih di masa pandemi covid-19 seperti ini. Masyarakat lebih senang memasak makanan di rumah yang praktis, sehingga Frozen Food menjadi pilihan. Hal ini menjadikan bisnis Frozen Food menjadi salah satu bisnis yang tak pernah ada matinya.

Dalam Seminar Nasional Online bertema "Kurban, Sembelihan Halal, dan Kewajiban Sertifikasi Halal RPH/U" yang diinisiasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal di Kementerian Agama (Kemenag) RI, Dr Mastuki MAg menyoroti tren Frozen Food untuk produk-produk hewani yang di masa pandemi ini semakin marak. Sebut saja bakso, nugget, sosis, dan sebagainya.

Baca Juga : Ketua PCNU Kota Malang Beber 6 Protokol Penyembelihan Hewan Kurban di Waktu Pandemi

"Produk Frozen Food masih aman dikonsumsi. Hanya saja, perlu diperiksa lagi apakah produk berbahan dasar daging tersebut memenuhi standar kehalalan atau tidak," ucapnya.

Pengawasan kehalalan untuk makanan beku yang dikeluarkan industri rumahan masih mudah untuk dipantau. Namun, untuk proses produksi dalam jumlah besar tentu memerlukan pengawasan yang ekstra.

Mastuki melanjutkan, seluruh proses tentu kembali kepada Source of Origin-nya. Apakah daging yang digunakan merupakan produk hewan yang diperbolehkan menurut syariah atau tidak. Setelah itu, baru masuk ke dalam proses penyembelihan sesuai anjuran agama dan proses produksi hingga pengemasannya.

Ia mewanti-wanti agar produsen mengawasi dengan seksama selama proses produksi makanan beku. "Jangan sampai dalam prosesnya tercampur dengan bahan-bahan yang dinilai najis," katanya.

Baca Juga : Ditunjuk Sebagai Khalifah, Sahabat Rasulullah ini Menolak Dua Kali dan Memilih Mati

Nah, untuk memastikannya, kata dia, peran Lembaga Jaminan Produk Halal (JPH) sangat diperlukan. Sertifikat halal yang nantinya dikeluarkan melalui perantara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal di bawah naungan Kemenag akan meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha.

"Logo halal yang tertera di suatu produk akan memberikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan. Sehingga, konsumen tidak ragu untuk membeli produk tersebut," tandasnya.