Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Menjadi pemimpin tentu impian banyak orang saat ini. Tapi tahukah kalian, ternyata ada salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang justru menolak ditunjuk sebagai khalifah atau pemimpin dengan kedudukannya yang agung.

Bahkan, sahabat itu memilih untuk mati ketimbang harus menjadi pemimpin. Sahabat Rasulullah SAW itu bernama Abdurrahman bin Auf. Salah satu sahabat utama Rasulullah SAW yang turut berjuang di jalan Allah SWT dalam memperluas ajaran Islam.

Baca Juga : Bimbang Memilih Punya Mata atau Surga, Jawaban Sahabat Ini Membuat Rasulullah Tersenyum

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kesempatan menyampaikan, Abdurrahman bin Auf menolak menjadi khalifah hingga dua kali.

Penolakan pertama dilakukan saat Abdurrahman ditunjuk sebagai pengganti Umar bin Khattab. Saat itu disebutkan, Umar mengumpulkan enam sahabat Rasulullah SAW yang masih hidup diakhir masa kepemimpinannya. Salah satu sahabat itu adalah Abdurrahman bin Auf.

Saat itu, Umar bin Khattab berkata, "Wahai Abdullah, engkaulah pemimpinnya. Jangan keluar diantara kalian berenam jika belum menemukan pengganti saya dari ruangan ini. Jika kalian keluar dan belum ada yang ditunjuk, maka akan kupenggal leher kalian,".

Umar begitu tegas dan dia mengetahui jika ia akan meninggal lantaran lubang dalam perutnya yang begitu dalam. 
Ke enam sahabat itu pun kemudian memasuki ruangan di dalam rumah Umar.

Di sana, Abdullah menyampaikan jika ia memang ditunjuk Umar untuk memimpin majelis tersebut. Namun dengat tegas pula, Abdurahman menyatakan dia mundur dan meminta agar ke lima sahabat Rasulullah SAW yang lain untuk tak memilihnya. Kemudian ke lima sahabat berunding untuk menentukan pengganti Umar bin Khattab.

Kemudian pada riwayat selanjutnya disebutkan jika penolakan Abdurrahman bin Auf terjadi di masa khalifah Utsman bin Affan. Di akhir hidupnya, Utsman mengeluh sakit mimisan dan keluar darah dari hidungnya. Maka ia meminta sekretarisnya untuk menulis surat kepada Abdurrahman dan menunjuk Abdurrahman bin Auf sebagai penggantinya.

Baca Juga : Ahli dari UIN Malang Beberkan Makna Mukjizat dalam Perspektif Barat

Singkat cerita, sang sekretaris pun menuju ke kediaman Abdurrahman bin Auf dan menceritakan kabar yang ia tulis tersebut. Mendengar kabar itu, Abdurrahman kemudian berdoa menghadap Masjid Rasulullah SAW dan memohon agar dia dicabut nyawanya terlebih dulu sebelum masa ia dipilih sebagai khalifah.

Abdurrahman pun meninggal dunia sebelum Utsman bin Affan meninggal. Setidaknya enam bulan terhitung sejak surat itu ditulis oleh Utsman bin Affan.  Sehingga Abdurrahman tak jadi ditunjuk sebagai pengganti Ursman bin Affan