Kasat Intel Polresta Malang Kota Kompol Sutiono yang seringkali melakukan pengawalan dan pemakaman pasien ODP maupaun PDP (Doc MalangTIMES)
Kasat Intel Polresta Malang Kota Kompol Sutiono yang seringkali melakukan pengawalan dan pemakaman pasien ODP maupaun PDP (Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasat Intel Polresta Malang Kota, Kompol Sutiono, saat ini mendapat promosi jabatan atas jasa-jasa yang aktif terlibat dalam pemulsaraan jenazah Covid 19 di Kota Malang. Ia saat ini akan dimutasi ke Polda Jatim menjadi Kasubdit Binsatpam/Polsus Ditbinmas Polda Jatim.

"Saya ya kaget juga, awalnya pas ngantar perwira tinggi sowan ke KH Marzuki Mustamar, banyak pesan masuk, tapi saya waktu itu belum berani lihat, karena masih mengantar. Setelah selesai saya lihat ternyata ucapan-ucapan selamat dari teman, saya juga nggak paham awalnya," ungkapnya ditemui di ruangannya (27/7/2020).

Baca Juga : Salah Satu Polwan Tangguh Polres Malang, Mulai Ajudan Dubes Hingga Jabat Kasat Lantas

Lebih lanjut dijelaskan, setelah itu ia melihat lagi sebuah pesan yang ternyata merupakan kiriman sebuah telegram dari Polda Jatim. Setelah dilihat lagi dirinya masuk dalam daftar mutasi urutan pertama dari 177 orang yang dimutasi. Surat telegram tersebut dikirimkan pada Jumat, 24 Juli 2020 lalu.

"Saya ya sedikit terkejut waktu membaca suratnya. Ya seneng, sekaligus sedih juga ya. Tapi ya harus dijalani, ini kan perintah juga," jelas pria asal Probolinggo ini.

Mengenai tanggung jawab sebagai koordinator tim pemulasaran jenazah, sepeninggal ia nanti, Sutiono memang sempat khawatir. Namun ia yakin, jika nantinya akan ada pengganti dirinya yang juga akan tergerak untuk membantu .

"Khawatir ada, tapi saya saya yakin nantinya teman pengganti akan tergerak juga. Teman-teman memang ada yang bilang juga nanti tidak ada yang dituakan, tapi kan nanti ada juga Ipda Zainul yang juga sudah banyak pengalaman," jelasnya.

Karenanya, sebelum ia meninggalkan Polresta Malang Kota untuk ke Polda Jatim, ia saat ini juga terus memberikan pengalaman dan pelatihan kepada rekan-rekan tim pemulasaran jenazah lainnya. Saat ini tim pemulasaran jenazah Polresta Malang Kota berjumlah enam orang, termasuk dengan Sutiono sendiri.

"Tentunya diharapkan nanti pengganti saya harus cekatan, tidak bingung begitu ada masalah. Setiap hari juga harus standby. Saya kadang sempat marah sama teman-teman. Kan teman-teman ini masih muda, kadang ada pas pakai APD ngerokok, kadang saya tegur, tapinya biasa saja teman-teman sudah mengerti saya," bebernya.

Baca Juga : Penulis 4 Buku Ini Memilih Launching dan Membedah Karyanya Berjudul Jelajah Tubuh di Coffee Times

Sutiono menambahkan, saat dirinya telah berpindah tugas di Polda Jatim, ia mengaku selalu siap untuk bisa membantu masyarakat, terutama terkait juga dengan pemulasaran jenazah jika memang dibutuhkan.

"Ya bila nanti disana ada, atau memang dibutuhkan, tentu saya siap membantu dan bergabung, baik membentuk baru ataupun jika sudah ada," bebernya.

Sementara itu, penganti Sutiono, yakni Kompol Yudi Ento Handoyo, S.H, yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit V Subdit V Ditintelkam Polda Jatim. Untuk proses serah terima jabatan, ia mengaku belum mengetahui pasti.