Editor media online MalangTIMES.com, Yunan Helmi (dua dari kiri) dan penulis buku Jelajah Tubuh, Muhammad Ali Mas’ud (paling kanan) saat menghadiri acara bedah buku di Coffee Times (Foto : Yogi IR / MalangTIMES)
Editor media online MalangTIMES.com, Yunan Helmi (dua dari kiri) dan penulis buku Jelajah Tubuh, Muhammad Ali Mas’ud (paling kanan) saat menghadiri acara bedah buku di Coffee Times (Foto : Yogi IR / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masyarakat Malang Raya semakin nyaman memanfaatkan fasilitas yang ada di Coffee Times.

Salah satunya seperti yang dilakukan Muhammad Ali Mas’ud saat menghadiri salah satu kafe yang berlokasi di Pasar Terpadu Dinoyo lantai 2 tersebut.

”Hari ini kami menyelenggarakan acara bedah buku Jelajah Tubuh yang saya tulis di Coffee Times. Pada kesempatan ini, selain untuk membedah buku yang berisi kumpulan puisi, juga sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan buku saya ke pasaran. Sebab selama ini buku yang baru di terbitkan pada bulan Agustus lalu, belum kami jual secara bebas ke pasaran,” kata Mas’ud sembari menunjukkan buku karyanya saat ditemui MalangTIMES.com usai agenda bedah buku, Jumat (1/11/2019) malam.

Sebagai informasi, pada agenda bedah buku berjudul Jelajah Tubuh tersebut, turut serta dihadiri oleh 2 narasumber kompeten dibidang penulisan. 

Selain menghadirkan Mas’ud selaku empunya buku berjudul Jelajah Tubuh, pihak penyelenggara juga menghadirkan editor media online MalangTIMES.com, Yunan Helmi dan perwakilan dari Griya Buku Pelangi Sastra Malang, Pandita Rosyad.

”Saya sangat berkesan pada acara bedah buku yang diselenggarakan di Coffee Times hari ini (Jumat 1/11/2019). Saya sudah menerbitkan 4 buku, tapi belum pernah dibedah seperti saat ini. Sangat terkesan soalnya sampai mendatangkan 2 narasumber, dan dihadiri oleh banyak audience,” terang pria kelahiran 26 Mei 1993 itu.

Sepak terjang Mas’ud dibidang tulis-menulis memang sudah terbilang cukup lama. 

Sejak 2016 lalu dirinya sudah mulai menerbitkan buku yang berjudul Suket. 

Bergeser setahun kemudian, pria 26 tahun ini kembali menerbitkan 2 buku yang diberi judul Hening Sunyi dan Omah Suwung. 

Terakhir, pada bulan Agustus 2019 buku berjudul Jelajah Tubuh karya Mas’ud resmi dicetak.

Lantaran kepiawaiannya itulah, dirinya akhirnya memberanikan diri menyelenggarakan acara bedah buku di Coffee Times.

”Semula saya khawatir jika banyak yang tidak suka, ternyata saat dibedah di Coffee Times banyak yang mengapresiasi. Bahkan yang datang lumayan banyak, untungnya tempatnya luas jadi sanggup menampung seluruh tamu yang datang,” ungkap Mahasiswa Paska Sarjana Unisma (Universitas Islam Malang) jurusan Pendidikan Bahasa Inggris ini.

Pada akhir acara, peserta yang menghadiri acara tersebut dihibur dengan musikalisasi dan pembacaan puisi. 

Tidak tanggung-tangung, Izza Rahmatika Mukti selaku moderator memanggil sedikitnya 6 pembaca musikalisasi puisi secara bergantian.

Mereka adalah Nisa Amelia, Angga Hadi Prasetya, Osdiana Malaka, Zainal Arifin, Laili Romadhon K, Ahmad Mustaqim, dan kawan-kawan.

”Pesan saya sederhana saja, menulislah sebelum menulis itu dilarang,” ujar Yunan Helmi selaku narasumber acara bedah buku, saat menutup acara.

Sebagai informasi, Coffee Times ini berlokasi di Lantai 2 Pasar Terpadu Dinoyo. 

Di sana para pengunjung bakal dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang memadai. 

Selain tersedia sarana untuk nobar, para pelanggan juga bisa menyumbang suaranya untuk karaoke bersama teman dan sanak saudara. 

Sebab pihak pengelola Coffee Times memang menyediakan sound system, layar tancap, serta beberapa mikrofon.

Dengan seabrek fasilitas yang tersedia itulah, sudah banyak komunitas, organisasi, hingga instansi yang ada di Malang Raya memilih Coffee Times untuk menyelenggarakan beragam agenda. 

Di antaranya, forum diskusi, rapat, nobar, bedah buku, hingga pentas seni dan kreatifitas sudah pernah diadakan di kafe yang berlokasi di sebelah Mall Dinoyo tersebut.

Selain itu lokasi yang strategis dan sangat luas, membuat para pengunjung tidak perlu khawatir jika tidak kebagian tempat. 

Di sana juga disediakan berbagai menu yang sangat bervariatif. 

Dari segi menu kopi, Coffee Times menyediakan berbagai varian olahan kopi yang meliputi kopi moro seneng, kopi ambyar, kopi tubruk, kopi bromo, kopi ijen, tubruk susu, french pres, v60, vdrip dan kopi luwak.

Menu kopi tersebut bisanya disajikan dalam kondisi panas. 

Sedangkan varian menu yang bisa dinikmati secara dingin Coffee Times juga menyediakan menu yang sangat mengiurkan. 

Di antaranya es kopi susu, ice milkshake kacang hijau, moccachino, macchiato, cappuchino, cokelat susu, dan lainnya sebagainya.

Kemudian untuk menu yang bisa disajikan dalam kondisi panas maupun dingin ada pilihan minuman susu, cokelat, teh, teh tarik, milkshake, cokelat susu, Josua, dan sebagainya. 

Berbagai varian menu tersebut dijual dengan harga yang sangat terjangkau. 

Sebab harga yang diwarkan dijual dengan harga yang berkisar antara Rp 4 ribu hingga Rp 20 ribu.