Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) usai pertemuan denganMalang Musik Bersatu Indonesia (MMBI) Kota Malang (Humas Pemkot Malang).
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) usai pertemuan denganMalang Musik Bersatu Indonesia (MMBI) Kota Malang (Humas Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Baru-baru ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang selebritas dan influencer untuk membantu pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat menaati protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Hal serupa pun dilakukan Wali Kota Malang Sutiaji.

Mengandeng komunitas, musisi dan seniman setempat, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berusaha terus meningkatkan kepatuhan mengenakan masker. Sosialisasi gerakan mengenakan masker akan dikemas dalam konser atau orkestra mini yang bakal digelar di Balai Kota Malang dalam waktu dekat.

Baca Juga : Cek Data Pemilih dari Pintu ke Pintu, PPDP Kabupaten Malang Kenakan APD Standar

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, orkestra mini tersebut menjadi salah satu upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat semakin memahami pentingnya mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan selama pandemi Covid-19 berlangsung.

"Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemakaian masker membutuhkan dukungan dari semua komunitas. Utamanya untuk menggelorakan kampanye pakai masker," katanya.

Gerakan kampanye 'Masker Wis Duwe, Ayo di Gawe' dari Malang Musik Bersatu Indonesia (MMBI) itu pun menurut Sutiaji patut diapresiasi. Karena dengan begitu ia optimis kesadaran masyarakat akan terus terketuk.

Humas MMBI Kota Malang, Isa Aprilia menyampaikan, selain gerakan secara langsung dengan pembagian masker kepada masyarakat melalui komunitas musik Kota Malang. Juga akan digelar mini orkestra di Balaikota Malang dengan tema 'Masker Wis Duwe Ayo Di Gawe'.

Orkestra akan memainkan lagu-lagu perjuangan diselingi dengan bincang-bincang santai dengan Wali Kota Malang perihal Covid-19. 

Lebih jauh perempuan berjilbab tersebut menyampaikan, ada beberapa alasan mengapa lokasi balai kota menjadi pilihan dalam agenda tersebut. Alasan utamanya karena Balai Kota Malang sangat menarik untuk dieksplorasi dan memiliki nilai estetika yang tinggi.

"Ini harus diviralkan sehingga mampu menjadi nilai edukasi, nilai penguat heritage balaikota sekaligus memberi pesan bahwa balaikota dan Pimpinan Daerah tidaklah bersifat elite," ujar Icha, demikian humas MMBI akrab disapa.

Baca Juga : Komisi Lansia, Lahan Gambut, hingga Badan Akreditasi Masuk Daftar Lembaga yang Dibubarkan?

Herman, yang juga bagian dari humas MBBI menambahkan, selama ini MMBI sudah  bergerak secara underground. Bertepatan dengan HUT Kota Malang pada awal April yang ke 106,  Inisiasi Gerakan Musik Malang Bersatu lawan Corona diluncurkan, dengan sasaran pertama komunitas.

"Awal April kami sudah bergerak pada khususnya kampanyekan pakai masker. Saat itu karena adanya  kelangkaan masker medis. Sehingga kami memproduksi masker, keuntungan berjualan (masker) dikembalikan untuk pembagian masker gratis," ujarnya.

MMBI menurutnya juga bergerak dalam pembagian sembako untuk komunitas musisi terdampak. Selain itu, MMBI juga menyentuh lingkungan Mergosono dalam bentuk donasi masker dan disinfektan.

Sementara itu, Ketua MMBI Bagus Prakoso, mengutarakan kampanye 'Masker Wis Duwe Ayo Di Gawe' tersebut tak luput dari suport dan dukungan sahabat-sahabat generator musik Malang. Gawe musikalitas dari MMBI kota Malang tersebut rencananya akan dihelat antara akhir Juli atau awal Agustus.

"Kami sedang matangkan dengan tim Pemkot Malang, dan insya Allah akan kita live streaming kan," ujar Bagus.