Kepala Bagian Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisiapsi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika. (Istimewa)
Kepala Bagian Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisiapsi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika. (Istimewa)

MALANGTIMES - Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Kabupaten Malang mulai hari ini (Rabu, 15/7/2020) akan melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) ke rumah-rumah warga guna memastikan terkait data pemilih untuk di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020. 

Kepala Bagian Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika menuturkan bahwa agenda coklit ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia yang melaksanakan Pilkada mulai hari ini hingga Agustus mendatang. 

Baca Juga : Data Pasien Covid-19 Akan Dibuka, Pemerintah Harap Bakal Tekan Angka Penyebaran

"PPDP yang berikutnya akan melakukan coklit ke rumah-rumah, mulai tanggal 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2020," ujarnya ketika dikonfirmasi pewarta. 

Untuk antisipasi pencegahan persebaran Covid-19 saat melakukan coklit, Dika mengatakan bahwa PPDP nantinya akan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) sebagai SOP (Standard Operational Procedure) yang telah diputuskan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang. 

"PPDP telah dibekali APD (masker, sarung tangan, pelindung wajah, hand sanitizer). Saat bimtek (bimbingan teknis) juga disampaikan tentang protokol kesehatan pencegahan Covid-19," jelasnya. 

Dika pun menambahkan bahwa untuk PPDP saat melakukan coklit dengan metode door to door atau ke rumah-rumah warga, lebih utama untuk tidak memasuki dalam rumah warga. Akan tetapi cukup di teras depan rumah tersebut, sebagai antisipasi pencegahan persebaran Covid-19.

"Saat mengunjungi rumah pemilih juga diutamakan tidak masuk ke dalam rumah, cukup di teras saja, serta tidak perlu terlalu lama," tegasnya.

Lebih lanjut Dika pun menyebutkan, bahwa seluruh PPDP yang akan melakukan coklit telah melaksanakan rapid test yang keseluruhan menunjukkan hasil non-reaktif. Jika beberapa hari yang lalu pada waktu pemeriksaan menunjukkan reaktif, akan segera dilakukan pergantian petugas.

"Jika terdapat yang reaktif, telah kami lalukan pergantian. Terdapat 4.969 PPDP di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Kami memastikan tidak ada PPDP yang statusnya reaktif. Dari hasil rapid tes yang telah dilaksanakan tgl 11, 13, 14 Juli 2020," ungkapnya. 

Baca Juga : Jaringan Air Mati? Coba Lakukan Ini sebelum Menghubungi PDAM Kota Malang

Sementara itu untuk saat ini KPU Kabupaten Malang mempunyai gerakan serentak yang dilakukan oleh KPU di seluruh Indonesia yang daerahnya sedang melaksanakan tahapan Pilkada serentak 2020. Gerakan tersebut yakni Gerakan Klik Serentak 15 Juli 2020. 

Dika menjelaskan Gerakan Klik Serentak merupakan ajakan untuk bersama-sama mengunjungi laman www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id. 

Nantinya di laman tersebut masyarakat harus memasukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama dan tanggal lahir. Hal ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat mengetahui status dirinya sebagai pemilih di Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

Dika pun menuturkan bahwa jika terdapat data pemilih yang bermasalah saat pengecekan melalui laman tersebut, PPDP yang akan melakukan coklit guna memastikan data pemilih.  

"Pemilih mengecek terdaftar atau tidak dengan memasukkan NIK, Nama dan Tanggal Lahir. Jika pemilih sudah tercatat dalam A. KWK maka akan muncul Nama, Desa/Kelurahan dan Nomor TPS. Jika Pemilih belum terdaftar maka akan muncul kolom isian data seperti pada kolom isian A. KWK," jelasnya.