Direktur Utama PDAM Kota Malang, M. Nor Muhlas (dokumentasi MalangTIMES).
Direktur Utama PDAM Kota Malang, M. Nor Muhlas (dokumentasi MalangTIMES).

MALANGTIMES - Aliran air yang tiba-tiba mati tentu menjadi permasalahan tersendiri. Para pelanggan air bersih tentu akan merasa tak nyaman ketika aliran air yang semestinya lancar menjadi ngadat.

Permasalahan itu pula yang selama ini sering dirasakan oleh para pelanggan air bersih PDAM Kota Malang atau yang kini berubah nama menjadi Perumda Tugu Tirta Kota Malang. Para pelanggan bahkan harus selalu menghubungi petugas untuk kemudian bisa membuat aliran airnya lancar kembali.

Baca Juga : Warga Keluhkan Kenaikan Tarif Air, Komisi B DPRD Kota Malang Panggil PDAM

 

Tapi mulai saat ini, buat para pelanggan air bersih PDAM Kota Malang, ada baiknya melakukan 5C sebelum menghubungi petugas. 5C yang dimaksud adalah Cek Stop Kran untuk memastikan kondisi stop kran dekat meter air dalam posisi terbuka.

Kemudian lakukan Cek Segel Merah di meter untuk memastikan tidak ada segel merah pada meteran. Kemudian C yang ke tiga adalah Cek Pipa Distribusi Depan Rumah, untuk memastikan tidak ada kebocoran di sekitar pipa distribusi.

Kemudian langkah C ke empat adalah Cek Aliran Air Tetangga untuk memastikan apakah aliran air milik tetangga mati atau tidak. Terakhir lakukan Cek Media Sosial untuk memastikan apakah sedang ada perbaikan atau tidak dari PDAM Kota Malang.

Media sosial yang bisa dicek adalah @Pdammalangkota di Twitter, @pdamkotamalang di Instagram dan Facebook.

Jika lima langkah itu telah dilakukan, tetapi belum menemukan jawaban atas matinya aliran air bersih di rumah pelanggan, maka bisa langsung menghubungi petugas. Baik melalui call center maupun bisa menghubungi langsung menggunakan media sosial.

Direktur Utama PDAM Kota Malang M. Nor Muhlas menjelaskan, 5C menjadi program terbaru PDAM Kota Malang sebagai bentuk panduan bagi para pelanggan. Panduan tersebut dibuat berdasarkan pengalaman para petugas di lapangan.

 

"Karena sering terjadi, alirannya mati dikarenakan kran tertutup. Biasanya pelanggan lupa membuka kran saat mereka selesai melakukan kegiatan, atau bahkan tak sadar menutup kran. Saat aliran mati tidak dicek, tapi langsung menghubungi petugas," katanya, Sabtu (11/7/2020).

 

Sehingga, dia pun mendorong para pelanggan untuk melakukan 5C tersebut sebelum akhirnya menghubungi petugas. Namun apabila memang permasalahan yang ada belum bisa dipecahkan, maka disarankan untuk segera menghubungi call center.

"Maka petugas akan langsung datang. Karena petugas siap 24 jam, meski hari libur," tambahnya.

Dengan panduan yang dibuat itu, diharapkan pelanggan akan lebih mudah menikmati fasilitas air bersih yang ada. Sehingga pelanggan juga akan lebih nyaman dengan setiap layanan yang diberikan.

Baca Juga : Warga Madyopuro Bakal Tak Bingung Lagi Buang Limbah, DPUPRPKP Bangun IPAL

 

"Bukan berarti kami membatasi pelanggan untuk langsung menghubungi petugas, tapi akan lebih baik jika upayakan 5C tersebut terlebih dulu," imbuhnya.

Lebih jauh Muhlas menyampaikan, selama ini permasalahan dan aduan layanan di setiap PDAM di semua daerah dipastikan hampir sama. Sehingga perlu ada inovasi dan penanganan yang berbeda dalam mengatasi setiap aduan yang masuk.

"Dan seiring perkembangan zaman, kami saat ini juga manfaatkan media sosial," jelasnya.

Layanan komunikasi menggunakan media sosial menurutnya jauh lebih efektif. Bahkan saat ini layanan call center tak sebanyak sebelumnya. Karena saat ini masyarakat cenderung memanfaatkan media sosial untuk bisa berkomunikasi dengan petugas atas permasalahan yang dihadapi.

"Bisa langsung menghubungi dan mengadu di media sosial kami. Itu jauh lebih efektif dan tertangani lebih cepat," terangnya.

Sementara itu, hingga saat ini jumlah pelanggan PDAM Kota Malang menurutnya terus bertambah. Sampai saat ini diperkirakan jumlah pelanggan PDAM Kota Malang mencapai 168 ribu lebih sambungan rumah.