Bupati Malang HM. Sanusi saat berada di lokasi Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fattah Singosari dalam rangka bertakziyah atas kepulangan KH. A. Farihin Muhsan, Senin (29/6/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Bupati Malang HM. Sanusi saat berada di lokasi Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fattah Singosari dalam rangka bertakziyah atas kepulangan KH. A. Farihin Muhsan, Senin (29/6/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggelar rapid test massal kepada seluruh pejabat kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah). 

Setidaknya terdapat 98 pejabat mengikuti rapid test massal yang bertujuan untuk antisipasi dini pencegahan penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas, khususnya di wilayah Kabupaten Malang.

Baca Juga : Update Covid-19 Kota Batu, Tambah 4 Positif, 1 Sembuh, Total 125 Terkonfirmasi

Bupati Malang HM. Sanusi menuturkan bahwa dari 98 pejabat Pemkab Malang, terdapat belasan pejabat yang hasilnya reaktif. 

"Saya instruksikan semua kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk ikut rapid test massal. Hasilnya ada 14 orang reaktif dan 1 orang positif (Covid-19)," ujarnya ketika ditemui oleh awak media, Senin (13/7/2020). 

Selanjutnya, mengetahui terdapat 14 Kepala OPD yang hasil rapid test menunjukkan hasil reaktif, Sanusi menginstruksikan untuk melakukan isolasi mandiri untuk tahapan pemulihan, serta rapid test terus dilakukan terutama kepada staf yang pimpinannya dinyatakan positif Covid-19. 

"Rapid test ini berlaku untuk semua ASN, terutama staf yang hasil swab pimpinannya menunjukkan positif," tandasnya. 

Terkait 14 Kepala OPD yang menunjukkan hasil reaktif, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Wahyu Hidayat menambahkan bahwa untuk saat ini belasan pejabat dinas yang reaktif tersebut telah melakukan tes eclia di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kanjuruhan, Kabupaten Malang untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.  

"Mereka (14 Kepala OPD) telah melakukan test eclia dan hasilnya semua non reaktif. Tes eclia itu mirip dengan rapid test, tapi akurasinya jauh lebih valid dari hasil rapid test biasa," ujarnya. 

Imbauan untuk melaksanakan isolasi mandiri untuk tahapan pemulihan tetap dilakukan untuk belasan pejabat yang pada saat rapid test dinyatakan reaktif. Tetapi untuk waktu isolasi mandiri hanya berselang 4 sampai 5 hari, sambil menunggu hasil tes eclia yang telah dilakukan. 

Baca Juga : 9.035 Warga di Kota Batu Sudah Rapid Test, 119 Dinyatakan Reaktif

"Setelah hasil tes eclia mereka dinyatakan non reaktif, semuanya sudah kembali berdinas seperti biasa," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Kepala DPKPCK Kabupaten Malang. 

Penggunaan metode tes eclia sendiri diklaim tingkat akurasinya mencapai 80 persen dan berbiaya sedikit lebih murah dibandingkan dengan metode rapid test. Di beberapa rumah sakit pun telah menggunakan metode tersebut, salah satunya RSUP (Rumah Sakit Umum Pusat) Dr. Sardjito Yogyakarta yang telah menggunakan metode tes eclia untuk mendeteksi para pasien. 

Sementara itu, untuk kepala OPD yang telah dinyatakan positif Covid-19 melalui swab test yang telah dilakukan, untuk saat ini di instruksikan untuk menjalani isolasi mandiri dengan menunggu jadwal swab test yang kedua untuk mengetahui perkembangan kondisi tubuh pejabat tersebut. Pejabat tersebut masuk dalam kategori OTG (Orang Tanpa Gejala). 

"Beliau yang bersangkutan mengaku sempat kehilangan kepekaan indra penciumannya. Dalam waktu dekat ini akan di swab untuk kedua kalinya, mudah-mudahan negatif," tutupnya. 

Harapannya, dengan adanya para pejabat yang dinyatakan reaktif atau bahkan hingga positif Covid-19, semua pegawai Pemkab Malang dan juga masyarakat luas agar terus waspada terhadap persebaran penyakit Covid-19 yang tidak berwujud ini dan selalu meminta pertolongan Tuhan agar terhindar dari sebaran penyakit tersebut.