Petugas tenaga kesehatan saat melakukan rapid test kepada pedagang di Pasar Besar Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)
Petugas tenaga kesehatan saat melakukan rapid test kepada pedagang di Pasar Besar Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Jumlah warga di Kota Batu yang mengikuti Rapid test atau tes cepat terus bertambah. Hingga saat ini, tercatat ada 9.035 orang yang mengikuti pemeriksaan baik dari warga sipil maupun pegawai pemerintahan. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu M. Chori mengungkapkan, dari jumlah tersebut hasilnya ada 119 orang yang reaktif. 

Baca Juga : Dua Kali, Sehari Tambahan Pasien Konfirm Positif Covid-19 Kota Batu Tembus 14 Orang

Jumlah tersebut tidak bertambah sejak 7 Juli 2020 lalu. Dengan demikian, sebanyak 8.916 orang telah dinyatakan nonreaktif. 

“Data terakhir dari Dinas Kesehatan Kota Batu jumlah total warga yang sudah dilakukan rapid test sebanyak 9.035 orang, hasilnya 119 reaktif dan 8.916 nonreaktif,” imbuhnya, Minggu (12/7/2020). 

Setelah mengetahui hasil reaktif, tim tenaga kesehatan langsung melakukan tindakan dengan swab test. Sambil menunggu hasilnya, bagi mereka yang memiliki hasil reaktif harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.  

Selain itu, warga juga harus disiplin untuk menjalani protokol kesehatan. “Baik ASN maupun warga yang hasil rapid-nya reaktif sudah diperintahkan untuk melakukan isolasi mandiri dan sudah dilakukan swab test,” ujarnya.  

Menurutnya rapid test ini terus dilakukan bagi yang belum melakukannya untuk mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di Kota Batu. Mengingat, hingga saat ini jumlah akumulatif mencapai 122 orang meskipun masuk dalam zona orange. 

Baca Juga : Alat Rapid Test Buatan Indonesia Resmi Rilis, Per Unit Dibanderol Harga Rp 75 Ribu

Dalam pemberitaan sebelumnya tertulis bahwa 8.669 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Batu menjalani rapid rest, tetapi data tersebut mencakup seluruh warga baik sipil dan pegawai pemerintah yang menjalani tes cepat.

“Data itu merupakan keseluruhan dari semua warga termasuk dengan ASN di Kota Batu. Dari jumlah itu 119 di antaranya memiliki hasil reaktif,” pungkasnya.