Wali Kota Malang, Sutiaji saat mengunjungi MPLS di SMAN 2 Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Wali Kota Malang, Sutiaji saat mengunjungi MPLS di SMAN 2 Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk siswa baru SMA dan SMK se-Jawa Timur (Jatim) dimulai hari ini, (Senin, 13/7/2020). MPLS dilakukan secara daring. Namun, Dinas Pendidikan Provinsi Jatim memberi kesempatan adanya kunjungan sekolah selama 2-3 jam saja dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kunjungan siswa baru ke sekolah dalam MPLS ini salah satunya dilakukan oleh SMAN 2 Malang pagi tadi sekaligus launching program Sekolah Tangguh. Kegiatan ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Siswa yang datang harus memiliki surat pernyataan sehat dari orang tua.

Baca Juga : Viral Isu PAI dan Bahasa Arab Dihapus, Ini Kata Pakar Pendidikan UIN Malang

Dari 340 siswa baru dibagi menjadi 8 gelombang (8 hari). Per gelombang ada 42 anak yang dibagi lagi menjadi 4 kelompok. Jadi satu kelompoknya hanya 10-11 anak.

"Untuk kegiatannya yang pertama pengenalan lingkungan sekolah secara offline. Kemudian ada tes potensi belajar untuk peminatan siswa (IPA, IPS, atau Bahasa)," ujar Kepala Sekolah SMAN 2 Malang, Hariyanto.

Dalam kesempatan tersebut, SMAN 2 Malang juga didapuk menjadi Sekolah Tangguh oleh Wali Kota Malang, Sutiaji. Hariyanto menyampaikan, konsep tersebut merupakan murni inisiasi dari siswa-siswanya.

"Murni inisiatif dari anak-anak. Karena kita punya kekuatan kita bimbing," ucapnya.

Dalam konsep Sekolah Tangguh tersebut terdapat 5 hal yang disebut 5T, yakni Tangguh Informasi, Tangguh Kesehatan, Tangguh Keamanan, Tangguh Pendidikan, dan Tangguh Gizi.

"Harapan kita di sekolah tangguh ini nanti bisa memberikan kebiasaan. Setelah pembiasaan kemudian membentuk karakter dari masing-masing anak. Kemudian kalau karakter itu semua sudah dimiliki oleh seluruh warga SMAN 2, maka membentuk kultur di SMAN 2 sehingga kita siap dengan new normal," tuturnya.

Soal Tangguh Pendidikan untuk pembelajaran SMAN 2 sudah menyiapkan 3 opsi. Di antaranya daring murni, di mana sekolah sudah menyiapkan website khusus. Lalu kombinasi antara pembelajaran daring dan luring atau blended learning.

"Bapak ibu guru sudah memetakan kemarin. Mana yang (pelajaran) offline dan mana yang online. Kita 60:40 perbandingannya," terangnya.

Lalu, yang ketiga ada offline murni. Yakni melakukan pembelajaran luring namun dengan sistem shift. Satu kelasnya hanya separuh siswa dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga : Perhatian Disdikbud Kota Malang ke Sekolah Swasta: 47 Persen APBD Kita Untuk Mereka

"Kita juga menerbitkan SOP untuk new normal untuk semua warga sekolah. Mulai dari berangkat dari rumah, sampai ke sekolah, selama di sekolah, dan pulang dari sekolah ke rumahnya," ucapnya.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan apresiasinya kepada para siswa yang menginisiasi Sekolah Tangguh tersebut, yang mana ini dapat membangun karakter anak.

"Kami ucapkan apresiasi dan terima kasih kepada anak-anakku sekalian serta komite sekolah dan alumni," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga memberi beberapa arahan. Beberapa di antaranya soal physical distancing, alas kaki di masjid, dan lain sebagainya.

Dirinya berharap Sekolah Tangguh SMAN 2 Malang dengan 5T-nya dapat direplikasi oleh sekolah lain.

"Kita tidak boleh terlena. Kita tidak boleh terbawa oleh situasi dan arus kesedihan, tapi kita harus bangkit di tengah situasi pandemi. Apa yang dilakukan dan apa yang harus dikerjakan adalah kita harus beradaptasi dengan kondisi saat ini," pesannya.