Pemaparan program Sepasar Pedas oleh Walikota Malang, Sutiaji (Menpandotgodotid)
Pemaparan program Sepasar Pedas oleh Walikota Malang, Sutiaji (Menpandotgodotid)

MALANGTIMES - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang melalui program Sekolah Pasar Pedagang Cerdas (Sepasar Pedas) mewakili Kota Malang dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020, yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Sebelumnya juga diketahui, jika program Sepasar Pedas juga masuk dalam Top 25 Inovasi Pelayanan Publik se-Jawa Timur.

Baca Juga : Bupati Sanusi Tinjau Pabrik Rokok Gudang Baru Terkait Kesiapan Sebagai Industri Tangguh

Dari 5 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diusulkan dengan membawa program inovasinya masing-masing, terpilih Diskopindag yang maju untuk mewakili dalam perlombaan inovasi tingkat nasional. Hal tersebut dibenarkan Kepala Diskopindag Kota Malang Wahyu Setianto saat dihubungi, Minggu (12/7/2020) sore.

"Iya benar, (Sepasar Pedas) mewakili untuk ke pusat. Sebenarnya lombanya sudah sejak lama, namun pengumumannya baru Juni ini," jelasnya.

Dalam perlombaan tersebut, Sepasar Pedas masuk dalam deretan top 99 inovasi dari seluruh Indonesia. Dari 99 tersebut, nantinya akan disaring lagi menjadi top 45.

"Jika masuk top 45 kita nanti akan dapat Dana Intensif Daerah (DID), untuk apa-apanya di sana yang mem-breakdown," ungkapnya.

Karena itu, pihaknya berharap, agar inovasi pelayanan publik Kota Malang ini bisa tembus sampai top 45. Untuk mewujudkan hal tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji juga telah melakukan paparan kepada tim penilai.

"Pak wali memaparkan kemajuan-kemajuan dan manfaat dari program ini. Sebelum adanya inovasi ini dan sesudah adanya inovasi ini, dipaparkan secara jelas. Program ini sendiri satu-satunya hanya ada di Kota Malang," bebernya.

Baca Juga : TPA Talangagung Masuk 15 Besar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

Sementara itu, Sepasar Pedas sendiri merupakan program yang bertujuan untuk mengedukasi para pedagang agar lebih berwawasan luas. Dalam program tersebut, dihadirkan pemateri dari berbagai instansi, baik dari Dinas Kesehatan (Dinkes) ataupun dari Kejaksaan.

"Ya intinya mencerdaskan para pedagang. Pedagang saat ini lebih mudah memahami program-program pemerintah," pungkasnya.