Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang saat seusai melakukan pemilihan pada Pemilu 2019. (Foto: Chusni Mubarok for MalangTimes)
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang saat seusai melakukan pemilihan pada Pemilu 2019. (Foto: Chusni Mubarok for MalangTimes)

MALANGTIMES - Tahapan pilkada 2020 semakin mendekati fase pendaftaran Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang. Tentunya, tensi pilkada Kabupaten Malang 2020 juga semakin tinggi seiring dinamika politik yang terjadi di tataran partai politik (parpol). 

Diantaranya adalah terkait koalisi antar parpol yang akan berhadapan satu sama lain memperebutkan kursi N-1. 

Baca Juga : Jokowi Tunjuk Prabowo Garap Proyek Lumbung Pangan, Gerindra: Bukan "Deal" tapi Soal Visi

Tak hanya parpol dengan raihan kursi yang kurang untuk mengusung paslonnya sendiri. PDI Perjuangan dan PKB yang memiliki kursi 12 di legislatif pun, tak lepas untuk saling merangkul parpol lainnya.

Saling rangkul kekuatan ini juga terjadi di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Di mana, sempat tersiar partai besutan Prabowo Subianto ini akan melabuhkan hatinya ke PDI Perjuangan yang mengusung Sanusi-Didik.

Tapi, koalisi Gerindra-PDI Perjuangan yang sudah dipastikan terjadi itu, masih dibayangi dengan belum keluarnya rekom resmi.

Ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Partai Gerindra Kabupaten Malang, Chusni Mubarok menyatakan, koalisi itu masih belum 100 persen. Masih ada kemungkinan untuk mengarah berkoalisi atau tidak. 

"Masih dua-duanya (antara berkoalisi atau tidak). Tapi kemungkinan besar, 90 persen koalisi dengan PDI Perjuangan dalam Pilkada Kabupaten Malang," ujarnya ketika dikonfirmasi oleh awak media beberapa waktu lalu.

Chusni melanjutkan, bahwa Gerindra masih terus membangun komunikasi dengan semua parpol yang ada di Kabupaten Malang. Walaupun jajaran DPC hingga DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Jawa Timur telah menyepakati Gerindra berkoalisi dengan PDI Perjuangan untuk mengusung pasangan calon SanDi. Tetapi semua itu masih menunggu keputusan resmi dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Gerindra.

"DPC dan DPD sudah sepakat, tinggal DPP. Jadi Gerindra hampir pasti bergabung dengan poros PDI Perjuangan untuk mengusung Paslon SanDi," ucapnya. 

Kendati belum 100 persen, Chusni menambahkan agar dinamika politik di Pilkada Kabupaten Malang 2020 terbentuk dan semakin memanaskan tensi perpolitikan di Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Disandingkan dengan Ali Murtadlo, Ini Kata Umar Balon Bupati PKB Kabupaten Malang

"Sudah 90 persen fix, yang 10 persen biar ada dinamika politik di Kabupaten Malang," ungkapnya. 

Pernyataan itu secara tersirat memperlihatkan masih ada peluang dari parpol lain yang rencana akan mengusung bakal pasangan calon sendiri, seperti dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), Partai Golkar, Partai Hanura. Untuk berkomunikasi dan merangkul Partai Gerindra dalam mengusung pasangan calon lain, meskipun prosentasenya kecil. 

Bila Partai Gerindra mengeluarkan keputusan untuk mengusung pasangan calon SanDi, maka akan ada 29 kursi yang terkumpul untuk Paslon itu. Yakni, PDI Perjuangan yang memiliki 12 kursi, Partai NasDem 7 kursi, PPP 2 kursi, Partai Gerindra 7 kursi dan rencananya juga dari Partai Demokrat 1 kursi.

Hingga hari ini tinggal 3 parpol tersisa yakni PKB dengan 12 kursi parlemen, Golkar dengan 7 kursi sedangkan Partai Hanura dengan 1 kursi di parlemen yang masih belum menentukan arah untuk mengusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang di Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

Jika ketiga parpol tersebut berkoalisi hampir dipastikan bahwa Pilkada Kabupaten Malang akan diikuti oleh 3 Bakal Pasangan Calon, yakni satu dari kalangan independen dan dua dari koalisi parpol.