Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama wakilnya Punjul Santoso saat meninjau lokasi di area Stadion Brantas, Sabtu (11/7/2020). (Foto: Humas Pemkot Batu)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama wakilnya Punjul Santoso saat meninjau lokasi di area Stadion Brantas, Sabtu (11/7/2020). (Foto: Humas Pemkot Batu)

MALANGTIMES - Bagi sebagian masyarakat mungkin akan bertanya-tanya jika bertemu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama wakilnya Punjul Santoso saat mengenakan sebuah kalung berwarna hijau disetiap pertemuannya. Ya baru-baru ini mereka mulai mengenakan kalung eucalyptus.

Terlihat pada saat melakukan peninjauan di area Stadion Brantas itu mereka menggunakan kalung eucalyptus. Sebelumnya kalung tersebut diklaim bisa membunuh Covid-19.

Baca Juga : Banyak Proyek Gagal, Sisa Anggaran Kota Batu Tahun 2019 Capai Rp 310 Miliar

Ternyata kalung itu diperoleh dari pemberian kalung inovasi produk Kementerian Pertanian (Kementan) RI itu melalui Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Kota Batu.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, jika belum mengetahui apakah kalung itu mampu atau tidak membunuh virus tersebut. Namun memiliki bau dari kalung tersebut yang enak. 

“Bismillah saja. Setidaknya untuk aromaterapi ini. Karena kalung ini memang enak baunya,” ucapnya.

Diberitakan, kalung ini dapat mematikan virus tersebut dengan kontak. Jika kontak 15 menit bisa membunuh 42 persen Corona, hingga maksimal mencapai 80 persen.

Rencananya pada awal Agustus mendatang akan diproduksi massal oleh PT Eagle Indonesia Caplang dengan harga Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu per kalungnya.

Baca Juga : Menunggu Zona Hijau, Kapolres dan Wali Kota Batu Larang Acara Hajatan Pernikahan

Sebelumnya kalung itu juga diklaim memperoleh hak paten. Antara lain Formula Aromatik Antivirus Berbasis Minyak Eucalyptus, Ramuan Inhaler Antivirus Berbasis Eucalyptus dan Proses Pembuatannya, serta Ramuan Serbuk Nanoenkapsulat Antivirus Berbasis Eucalyptus.