Alat rapid test buatan Indonesia (Foto: Kompas.com)
Alat rapid test buatan Indonesia (Foto: Kompas.com)

MALANGTIMES - Alat rapid test atau tes cepat virus Covid-19 buatan Indonesia telah resmi rilis. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan, alat produksi dalam negeri ini unggul secara kualitas dan dibanding produk impor.  

Satu unit alat rapid test ini dibanderol dengan harga Rp 75 ribu. Peluncuran alat rapid test ini disampaikan Riza melalui tayangan di channel YouTube Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).  

Baca Juga : Positif Covid-19 11 Kasus, 257 Orang Dirapid dan Swab Test di Desa Mojorejo

 

"Harga per tes kit Rp 75 ribu. Jadi setengah dari HET (harga eceran tetap). Dengan kualitas yang tidak kalah, malah mungkin lebih unggul dari kualitas produk impor," ujar Riza.

Dikatakan Riza, alat ini telah melalui serangkaian tes akurasi sehingga layak untuk digunakan. Meski mempunyai tingkat sensitivitas dan spesifikasi tinggi, produk ini terus diuji agar lebih sempurna.  

15 Menit Hasil Keluar, Rapid Test Buatan Anak Bangsa Dibanderol Rp ...
foto: liputan6

Produk yang diberi label RI-GHA ini dikembangkan secara strain virus Covid-19 yang menyebar di Indonesia. Dengan demikian alat ini memiliki tingkat kompatibilitas lebih tinggi daripada produk impor.  

Alat rapid test ini juga memiliki keunggulan lain yakni mudah dan cepat dengan hasil yang didapat ditunggu selama 15 menit. Riza lantas meminta agar seluruh rumah sakit dan layanan kesehatan bisa menggunakan alat rapid test buatan Indonesia ini.  

"Semestinya tak ada lagi mental hazard untuk menggunakan produk buatan Indonesia. Harga kompetitif, kualitas bagus dan mudah didapat dengan diproduksi di dalam negeri," lanjut Riza.

Baca Juga : Sudah 8.669 ASN dan Pegawai Pemkot Batu Dirapid Test, Hasilnya 119 Reaktif

 

Hal serupa disampaikan juga oleh Menko PMK Muhadjir Effendy. Muhadjir mengatakan produksi ini harus terus didukung.

"Perlu ada revolusi mental untuk bangga dengan produk dalam negeri sendiri. Kita mencintai produk dalam negeri sendiri dan bisa menggunakan secara penuh dengan percaya diri produk dalam negeri," kata Muhadjir.