Tenaga kesehatan saat melakukan rapid test di Pendapa Balai Kota Among Tani, beberapa saat lalu. (Foto: MalangTIMES)
Tenaga kesehatan saat melakukan rapid test di Pendapa Balai Kota Among Tani, beberapa saat lalu. (Foto: MalangTIMES)

MALANGTIMES - Rapid test terus dilakukan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, khususnya di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hingga saat ini tercatat yang sudah menjalani rapid test kurang lebih 8.669 Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Dari jumlah 8.669 ASN tersebut didapati hasil 119 diantaranya Reaktif. 

Baca Juga : Wali Kota Malang Panggil Pimpinan BRI Kanwil Malang Terkait Covid-19

“Sampai saat ini yang sudah menjalani rapid test kurang lebih 8.669 orang, termasuk di dalamnya ASN. Dari jumlah tersebut hasilnya 119 diantaranya Reaktif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M. Chori. 

Bagi mereka yang memiliki hasil reaktif harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Kemudian juga harus disiplin untuk menjalani protokol kesehatan. 

“ASN yang hasil rapidnya reaktif sudah diperintahkan untuk melakukan isolasi mandiri dan sudah dilakukan swab test,” ujarnya yang juga mengatakan setelah mengetahui hasil reaktif, langsung dilakukan tindakan dengan swab test.

“Untuk hasilnya masih menunggu beberapa hari lagi. Namun ASN ini sudah isolasi mandiri untuk melakukan pencegahan covid-19,” tambah Chori.

Ia menambahkan, rapid test ini terus dilakukan bagi yang belum melakukannya untuk mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di lingkungan Pemkot Batu. Melihat sebelumnya sudah dua ASN yang positif Covid-19.

Baca Juga : BRI Malang Akui Hasil Swab Pimpinannya Positif Covid-19, Kantor Wilayah Tutup Sementara

Dari dua ASN itu merupakan warga Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo dan Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. Namun kini keduanya hasil swab test negatif dan hasilnya sembuh.