Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang H Hadi Mustofa (Istimewa).
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang H Hadi Mustofa (Istimewa).

MALANGTIMES - Puluhan karyawan BRI Kanwil Malang yang dikabarkan  telah terjangkit covid-19 tak hanya membuat masyarakat kaget. Para wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD Kabupaten Malang pun turut panik dengan kabar tersebut. Sehingga mereka meminta agar Pemkab Malang beserta BRI Malang segera melakukan tindakan pencegahan.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang H Hadi Mustofa menyampaikan, pengelolaan seluruh bank BRI di Kabupaten Malang selama ini terpusat dengan Kanwil BRI Malang. Sehingga bukan tidak mungkin karyawan kantor BRI di Malang akan melakukan kontak dengan Kantor BRI Kanwil Malang.

Baca Juga : Rekor Baru, Sehari Kota Malang Tambah 21 Kasus Positif Covid-19

"Maka harus ada tindakan cepat, dengan melakukan tracking. Kalau perlu, lakukan rapid test massal," katanya saat dihubungi, Selasa (7/7/2020).

Pria yang akrab disapa Gus Thop itu menegaskan agar Satgas Covid-19 Kabupaten Malang dan pihak manajemen BRI segera bertindak. Terlebih, sebagian besar nasabah BRI di Malang merupakan warga Kabupaten Malang.

"Pencegahan bagaimana pun  sangat penting. Harus segera dilakukan secepatnya," tegasnya.

Lebih jauh politisi Demokrat itu menyampaikan dirinya sudah melakukan komunikasi dengan pihak Satgas Covid-19 Pemkab Malang dan beberapa pihak lain. Sehingga, ditargetkan agar tim bisa segera bekerja.

Sementara, berkaitan dengan kinerja dan penanganan covid-19 di Kabupaten Malang, Gus Thop menyebut  Pemkab Malang telah bekerja. Namun memang harus dinaksimalkan lagi agar kasus covid-19 bisa ditekan.

"Saya rasa pencegahan juga bukan hanya tugas dari pemerintah. Melainkan juga menjadi tanggung jawab dari masyarakat. Sehingga dia berharap masyarakat turut aktif untuk mencegah penyebaran covid-19," paparnya.

Baca Juga : Kasus Positif Covid-19 Melonjak, 2 Pasien dari RST Sopraoen Dipindahkan ke Rumah Isolasi

Dia juga berharap agar tokoh masyarakat turut mengimbau masyarakat untuk tak salah paham. Sehingga masyarakat tak lagi menyebut bahwa covid-19 itu tidak ada. "Jadi, bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga harus bergerak dengan masyarakat di Kabupaten Malang," tambahnya.

Menurut dia, beberapa agenda yang dilaksanakan di Kabupaten Malang dapat tetap dilaksanakan selama pandemi covid-19 ini. Salah satunya yang akan dilaksanakan dalam waktu delay, yaitu agenda pemilihan bupati Malang.

Gus Thop menilai, upaya pencegahan yang dilakukan Pemkab Malang sudah cukup maksimal. "Kita lihat perkembangan selanjutnya. Pemerintah pusat juga memberikan tanggal, tapi ada klausul yang itu tergantung pemerintah. Pastinya kami lakukan yang terbaik untuk Kabupaten Malang," ucapnya.