Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (Sumber foto: Bisnis.com)
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (Sumber foto: Bisnis.com)

MALANGTIMES - Sejak menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, sosok Edhy Prabowo kerap menjadi sorotan. Terlebih setelah ia membuat kebijakan baru dengan menghapus beberapa kebijakan di era kepemimpinan Susi Pudjiastuti.  

Hingga kini, publik masih dihebohkan dengan polemik ekspor benih lobster. Mengenai ekspor benih lobster, juga beredar kabar jika ada sosok dari Gerindra yang menjadi eksportir benih lobster.  

Baca Juga : Mensekneg Akhirnya Beberkan Pemicu Presiden Jokowi Marah Terhadap Menterinya

Terkait kabar tersebut, Edhy lantas memberikan penjelasan. Menurut Edhy, tak semua yang diberikan izin impor berasal dari Gerindra. Ia menjelaskan jika yang memberi izin impor itu bukanlah dirinya langsung.  

Melainkan ada tim sendiri yang terdiri dari Direktorat Jenderal terkait, Inspektur Jenderal (Irjen) hingga Sekretaris Jenderal Kementerian. "Kalau ada yang menilai orang Gerindra, kebetulan saya Gerindra, tak masalah," ujarnya.  

Bahkan, Edhy mengaku jika ia siap untuk dikritik. "Tapi coba hitung berapa yang diizinkan, mungkin nggak lebih dari 5 orang atau 2 orang yang saya kenal," paparnya.  

Lebih lanjut, Edhy mengatakan jika salah satu dari 26 itu memang ada orang Gerindra. Kendati demikian ia mengaku tak bisa mengkomunikasikannya.  

Selain itu, yang memutuskan juga bukan Edhy bersama tim. "Pemberitahuan izin itu tidak dari menteri, tapi dari tim yang ada," kata Edhy.  

Edhy lantas mengaku memang ada daftar melalui dirinya untuk bergabung sebagai eksportir benih lobster. Tapi ia langsung menyerahkan berkas tersebut kepada tim dan memintanya untuk jalankan sesuai aturan.

Edhy juga menjelaskan jika kementerian membuka kesempatan sama untuk seluruh perusahaan atau koperasi yang berminat mengajukan izin. Namun, perusahaan atau koperasi tersebut harus memiliki sarana untuk budidaya lobster. 

Berikut daftar perusahaan dan tokoh politik yang mendapat jatah ekspor benih lobster dilansir dari Tempo.co:

- PT Royal Samudera Nusantara tercantum nama Ahmad Bahtiar Sebayang sebagai komisaris utama.

Baca Juga : Beredar Nama-Nama Menteri Setelah Reshuffle, Erick Thohir Geser, BUMN Diisi Ahok

Ia merupakan Wakil Ketua Umum Tunas Indonesia Raya, dan underbouw Partai Gerindra. Di Gerindra ia menjadi Kepala Departeman Koordinasi dan Pembinaan Organisasi Sayap.

- PT Bima Sakti Mutiara hampir semua sahamnya dimiliki PT Arsari Pratama.

Komisaris Bima Sakti ialah Hashim Sujono Djojohadikusumo, yang merupakan adik dari Prabowo Subianto.

- PT Agro Industri Nasional (Agrinas) perusahaan yang dikantongi Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan perumahan di bawah pembinaan Kementerian Pertahanan.

Direksi dan komisarisnya didominasi kader Gerindra. Nama-nama lingkaran Gerindra kian lengkap dengan ditambahnya PT Maradeka Karya Semesta yang dimiliki oleh Iwan Darmawan Aras.

Iwan merupakan Wakil Ketua Komisi Infrastruktur DPR dari Fraksi Gerindra. Kendati demikian ada sosok Fahri Hamzah di tengah-tengah mereka. Fahri merupakan pemegang saham dari PT Nusa Tenggara Budidaya. Ia merupakan Ketua Partai Gelora Indonesia.