FKIK Kampus 3 UIN Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)
FKIK Kampus 3 UIN Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Seperti halnya ilmuan-ilmuan muslim bidang kesehatan atau ahli-ahli kesehatan di peradaban Islam yang terkemuka dan bermanfaat untuk umat. Begitulah harapan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) terhadap lulusan-lulusan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang.

Harapan ini juga diungkapkan melalui penamaan gedung-gedung FKIK yang sesuai dengan nama ahli-ahli kesehatan tersebut. Hari ini, UIN Malang melakukan peresmian nama dua gedung FKIK di Masjid Ibnu Sina Kampus 3 UIN Malang, usai salat Jumat (3/7/2020).

Baca Juga : Berstandar Internasional, Perpustakaan UIN Malang Siap Pertahankan Akreditasi A

Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg menyampaikan, gedung Program Studi Pendidikan Dokter diberi nama Ibnu Thufail dan Gedung Farmasi diberi nama Al-Biruni.

"Gedung untuk Pendidikan Dokter kita beri nama Ibnu Thufail, seorang filsuf, ahli kedokteran, dan lain sebagainya. Yang Farmasi, kita kasih nama Al-Biruni. Ini juga seorang filsuf, pemikir dari Spanyol Andalusia dan seorang apoteker," bebernya kepada media ini.

Ibnu Thufail ialah filsuf, dokter, dan pejabat pengadilan Arab Muslim dari Al-Andalus. Sementara Al-Biruni merupakan matematikawan Persia, astronom, fisikawan, sarjana, penulis ensiklopedia, filsuf, pengembara, sejarawan, ahli geografi, ahli farmasi dan guru, yang banyak menyumbang kepada bidang matematika, filsafat, obat-obatan.

Perlu diketahui, pembangunan di kampus 3 UIN Malang ini dilakukan dengan menerapkan konsep green and smart campus.

"Kita punya 20 hektar untuk itu. Dan di seputar bangunan ini sendiri itu didesain sedemikian rupa sehingga menjadi kampus yang hijau, yang minimal menolak emisi panas yang memungkinkan untuk mengganggu kehidupan ini," paparnya.

Ke depannya, di kampus 3 akan dibangun Arboretum Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai kawasan hijau dengan sistem parkir terpadu, kawasan olahraga terpadu, pusat bisnis, serta sarana dan prasarana lingkungan. Pada sarana pendukung lainnya juga akan dibangun pusat aktivitas warga kampus, community center, serta pelayanan umum termasuk plaza.

"Kita harapkan juga akan memproduksi O2, yang ini perimbangan karena kita tidak bisa sepenuhnya mencegah CO2 yang juga dari kendaraan yang sangat mencemari udara kita," sambungnya.

Baca Juga : Terkait Kembalinya Santri, Pesantren di Kota Malang Diberikan Kemerdekaan Penuh

Prof Haris sendiri berharap FKIK dapat menghasilkan lulusan yang tak hanya ekspert dalam bidangnya, namun juga mempunyai jiwa sosial tinggi yang membantu berbagai persoalan di masyarakat.

"FKIK ini kita harapkan menghasilkan seorang dokter, seorang ahli farmasi, dan apoteker yang selain menguasai ilmunya, tetapi mereka punya jiwa Islam yang kuat. Jiwa Islam rahmatan lil alamin yang terus-menerus ingin membantu, bukan hanya dipanggil, tapi selalu ingin membantu orang lain dalam hal kesehatan, dalam hal pengobatan, dalam hal-hal yang lain. Islam itu mengajarkan seperti itu," tandasnya.