Tong untuk memilah sampah organik atau non organik (istimewa)
Tong untuk memilah sampah organik atau non organik (istimewa)

MALANGTIMES - Seminar web atau Webinar yang pernah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang nampaknya banyak mengundang animo masyarakat untuk mengikuti.

DLH Kota Malang mampu membuat masyarakat, baik dari dalam kota maupun luar kota tertarik untuk membahas permasalahan sampah dan perilaku Zero Waste yang sedang digalakkan.

Baca Juga : Hasil Survei, dari 150 Orang, 50 Persen Masyarakat Kota Malang Paham Zero Waste

Bahkan dengan suksesnya Webinar jilid pertama, rencananya DLH Kota Malang akan membuat Webinar jilid dua yang tentunya sedikit mengulik pembahasan yang lalu dan membuat tema baru agar mendapatkan banyak masukan dari masyarakat.

"Jadi memang partisipan itu banyak. Baru dibuka itu sampai 3 jam itu sudah lebih 100. Tahap awal kita uji coba sehingga untuk aplikasinya kita gratis. Yang kedua sistem kita ya sederhana, tapi animo sangat bagus," ujar Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, DLH Kota Malang, Rahmat Hidayat.

Pada pembahasan Zero Waste, peminat sangat antusias dan berpartisipasi dalam memberikan masukan ke DLH Kota Malang. "Kalau untuk materinya banyak peminat. Zero Waste itu bukan pokoknya bersih kayak gitu, pokoknya bebas sampah, bukan. Nah bebasnya itu di dia, tapi tidak tuntas, kamu mengalihkan masalah," ungkap Rahmat.

"Jadi Zero Waste ini kuncinya itu tadi, menyelesaikan masalah tanpa masalah. Jangan sampai sampah itu dialihkan ke masalah, tapi kita tuntaskan," imbuhnya.

Rahmat juga menuturkan, bahwa Zero Waste adalah perilaku yang harus dilakukan masyarakat secara berkala. Karena jika hanya dilakukan dalam waktu sebentar akan mengakibatkan kebosanan dan tidak terulang kembali.

Baca Juga : DLH Kota Malang Keluhkan Ulah Usil Warga Cabut Pohon yang Ditanam

"Perubahan perilaku, selain perubahan maindset. Cuma kebiasaan itu tidak bisa berubah kalau cara berfikirnya ribet, nah ribet itu ada di otak. Kalau otaknya pusing dia tidak mau melakukan. Dan harus continue supaya menjadi hal yang biasa bagi kehidupan masyarakat," jelas Rahmat.