Oeliva Iswandi saat bersama Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Malang, Rahmat Hidayat (Amin)
Oeliva Iswandi saat bersama Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Malang, Rahmat Hidayat (Amin)

MALANGTIMES - Pegiat lingkungan dari Development of Awareness (DoA) Oeliva Iswandi menilai dari 150 masyarakat Kota Malang, 50 persen di antaranya sudah melakukan Zero Waste. Hal itu ditengarai karena masyarakat sudah paham dan terbiasa dengan cara memilah sampah dari rumah.

Perilaku memilah sampah dari masyarakat Kota Malang saat ini memang bisa dikatakan masih dalam taraf pembelajaran atau perlu melakukan pembiasaan. Karena dalam praktek sehari-hari, masih ada masyarakat yang acuh kepada sampah.

Baca Juga : Jaga Estetika Keindahan Jalan Ijen, DLH Kota Malang Rapikan Pohon Palm Raja

Oeliva Iswandi sempat melakukan survei kepada 150 orang di Kota Malang dan hasilnya 50 persen di antaranya sudah melakukan Zero Waste atau bisa bebas dari sampah.

"Masyarakat di Kota Malang sendiri amazing, pada bulan Mei lalu saya sempat melakukan survei online, tingkat memilah masyarakat Kota Malang sekitar 150 orang itu 50 persen masyarakat sudah memilah sampah, itu kunci awal untuk melakukan Zero Waste. Dari situ saya bisa asumsikan bahwa Zero Waste di Kota Malang banyak yang sudah paham," ujar Oeliva.

Di sisi lain, Oeliva juga menanggapi bahwa masyarakat perlu pembiasaan dalam melakukan Zero Waste secara personal. Sehingga nantinya ketika melakukan bersama-sama akan menimbulkan perasaan yang ringan meski berkaitan dengan sampah.

Baca Juga : Rumah PKD Kota Malang Olah Sampah hingga 3 Gerobak Setiap Hari

"Saya meramu sebuah konsep dalam bentuk materi, isinya adalah bagaimana menanamkan bahwa zero waste itu adalah bebas bersih sampah. Zero waste itu sebenarnya adalah gaya hidup atau perilaku dimana nol sampah ke TPA. Jadi bukan sampah di rumah masing-masing. Karena perilaku jadi tidak bisa dilakukan dalam satu waktu dan harus ada contoh yang bisa melakukan itu, karena berangkat dari lifestyle. Saya juga mencoba menyimulasikan bagaimana zero waste di rumah, sekolah dan secara personal, bahkan itu semua tidak perlu biaya dan tenaga, hanya satu yang diperlukan bahwa zero waste adalah lifestyle," paparnya mengakhiri.