Tim Cipta Karya saat memantau lokasi pembuatan IPAL dengan sistem filter botol (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Tim Cipta Karya saat memantau lokasi pembuatan IPAL dengan sistem filter botol (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) melakukan gebrakan dengan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan.

Kali ini, botol-botol bekas minuman air mineral dijadikan sebagai filter air dalam pengelolaan air limbah.

Baca Juga : Ikon sejak Zaman Belanda, DLH Kota Malang Ganti Palm Raja yang Rusak

Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Cipta Karya Bambang Nugroho, saat ditemui di lokasi pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Lesanpuro.

"Ini inovasi kita dalam membuat terobosan bagaimana mengolah air limbah. Biasanya kan filter air menggunakan kasa dan bahan lain itu, tapi kita manfaatkan botol bekas," jelasnya, Rabu,(17/6/2020)

Lanjutnya, dalam pembuatan satu sistem IPAL tersebut dibutuhkan sekitar 8 ribu botol kemasan air mineral ukuran 1,5 liter. Botol-botol tersebut nantinya disusun sedemikan rupa tanpa ada unsur atau bahan lainnya.

"Jadi hanya botol saja, kita tumpuk, airnya akan masuk tersaring mengalir melalui botol-botol. Di sebelah adalah yang menampung lumpur-lumpurnya, sehingga air kemudian bisa dibuang dalam kondisi bersih," bebernya.

Untuk botol-botol sendiri, dibeli dari masyarakat pengepul botol, sehingga nantinya selain bermanfaat untuk pengolahan IPAL, akan juga bermanfaat turut membantu ekonomi masyarakat.

Baca Juga : Jaga Estetika Keindahan Jalan Ijen, DLH Kota Malang Rapikan Pohon Palm Raja

"Kita juga bisa mengurangi limbah plastik di masyarakat, di mana kembali termanfaatkan. Kemudian bisa juga membantu warga secara ekonomi melalui botol yang dibeli," bebernya.

Sementara itu, untuk pembuatan IPAL mempunyai ukuran lebar 1,5 meter dan panjang 7,5 meter dengan kedalaman 1,5 meter. Pengolahan IPAL tersebut berkapasitas untuk 50 saluran Kepala Keluarga (KK).

"Tapi saat ini yang akan difasilitasi masih 25 KK dahulu. Selain itu kami juga akan bangun di beberapa tempat lainnya, sehingga limbah yang dibuang airnya menjadi lebih jernih dan tidak mencemari lingkungan," pungkasnya.