MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) kini mencapai level tertinggi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), yakni ranking 1 di antara PTKIN lain. Untuk level Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), UIN Malang juga masih berada di peringkat yang tinggi, yakni ranking 21.
Meski demikian, pihak kampus terus melakukan berbagai perbaikan-perbaikan dan inovasi. Salah satunya, akan menyeimbangkan jumlah mahasiswa S1 dan Pascasarjana. Hal ini disampaikan oleh Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg.
Baca Juga : Perkuat Bangsa Indonesia, UIN Malang Rekatkan 2 Ormas Islam Terbesar NU dan Muhammadiyah
"Yakni 60 persen untuk Pascasarjana dan 40 persen untuk S1," ucapnya.
Saat ini, jumlah mahasiswa S1 sekitar 12 ribu sedangkan mahasiswa S2 dan S3 masih 4-6 ribu. Untuk itu, kampus akan memperbanyak jumlah mahasiswa di Pascasarjana.
"Kita menyediakan fasilitas kuliah bagi mereka yang keluaran S1 dari dalam maupun dari luar. Jadi yang kita perbanyak itu justru di S2 dan S3-nya," katanya.
Fokus penambahan mahasiswa S2 ini juga dikarenakan mahasiswa S1 yang membutuhkan ma'had. Sementara kapasitas ma'had UIN Malang hanya sekitar 3.500-5.000 santri saja.
Bersamaan dengan penambahan mahasiswa Pascasarjana, UIN Malang juga akan menambah prodi di Pascasarjana.
Sekarang ini, sudah ada 14 prodi di Pascasarjana. Sebentar lagi, akan segera turun 2 prodi lagi, yakni Ekonomi Syariah dan Hukum Negara. Jadi, total akan ada 16. Sementara, yang baru saja dibuka yaitu prodi S2 Psikologi, Teknologi Informasi, dan Biologi.
Baca Juga : Diminta SIKM dan Keterangan Sehat, para Santri Pilih Masuk Sebelum Jadwal yang Ditentukan
"Ke depannya, masih banyak lagi prodi yang akan dibuka," tandasnya.
