Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pandemi Covid-19 secara langsung telah mengakibatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang turun drastis. Sampai semester pertama 2020, tercatat ada penurunan mencapai 20,78 persen. Angka itu dinilai lebih baik dibanding prediksi awal, di mana PAD Kota Malang diprediksi akan turun hingga 50 persen.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, besaran penurunan tersebut relatif lebih baik dari asumsi yang diperkirakan di awal pandemi Covid-19. Sehingga, ia berharap agar seluruh Perangkat Daerah (PD) di Kota Malang meningkatkan optimisme untuk meningkatkan PAD Kota Malang. Terlebih, saat ini sudah dipersiapkan untuk memasuki new normal life.

Baca Juga : New Normal Bisa Batal, Wali Kota Malang Tekankan Kedisiplinan Masyarakat

"Tidak bisa tidak, kita harus memutar roda ekonomi, dan membangun pola kehidupan baru," katanya.

Untuk memulihkan perekonomian, Sutiaji menyampaikan agar Pemerintah Kota Malang mulai kembali menyelaraskan langkah memutus mata rantai Covid-19 dengan cara menggerakkan simpul-simpul ekonomi yang ada di Kota Malang.

Pria berkacamata itu menyampaikan, ada dua sektor yang menunjukkan eksistensinya dan dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Ke duanya adalah sektor e-commerce dan produk makanan segar.

Tercatat, ada kenaikan permintaan dan transaksi tidak kurang dari 123 persen selama pandemi Covid-19. Itu menjadi angin segar dalam roda perekonomian di Kota Pendidikan ini.

Selama masa transisi dan masa adaptif Covid-19, Sutiaji menekankan agar masing-masing PD mulai menggerakkan program kegiatan yang melibatkan partisipasi publik. Karena pada masa adaptif, masyarakat sudah tidak lagi ditekankan untuk lakukan social distancing, melainkan lebih ditekankan melakukan physical distancing.

Baca Juga : Tak Hanya Fokus Pandemi, Pemeliharaan 3 Situs Cagar Budaya Kota Batu Tetap Dilanjutkan

"Sehingga PD jangan gamang apabila menggelar kegiatan yang melibatkan berbagai elemen, seperti gelar produk UMKM dan atau giat lain yang mampu menstimulus ekonomi daerah," tegasnya.

Meski begitu, dia menekankan agar setiap kegiatan tetap dilaksanakan secara ketat dan penuh kedisiplinan. Terutama dengan prinsip dasar protokol Covid-19. Diantaranya harus menggunakan masker, dilakukan pengukuran suhu tubuh, dipastikan panitia dan peserta dalam kondisi sehat (tidak lagi demam dan flu), mengatur jarak dengan benar.

"Selain itu harus tersedia hand sanitizer secara memadai, tempat giat tersedia wastafel yang memadai, dan kapasitas ruangan tidak boleh lebih dari 50 persen," pungkasnya.